Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAPAL DOMESTIK Minta Jatah Muatan Ekspor

JAKARTA—Perusahaan pelayaran meminta pemerintah memberikan kesempatan pada kapal berbendera Indonesia untuk mengangkut muatan ekspor asal Indonesia.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Januari 2013  |  20:54 WIB

JAKARTA—Perusahaan pelayaran meminta pemerintah memberikan kesempatan pada kapal berbendera Indonesia untuk mengangkut muatan ekspor asal Indonesia.

Asmary Herry, Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan pelayaran Indonesia, mendesak pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada perusahaan pelayaran Indonesia agar mengangkut produk unggulan asal Indonesia ke sejumlah negara tujuan.

Asmary menjelaskan selama ini angkutan ekspor diangkut oleh kapal asing dan tentunya merugikan devisa negara.

“Ada nilai tambah jika angkutan impor diangkut oleh kapal-kapal Indonesia,” ujarnya di Jakarta hari ini, Rabu (30/1/2013).

 Dia mengungakapkan sejumlah BUMN dan perusahaan nasional yang mengirim produk unggulan seperti batu bara dan kelapa sawit (crude palm oil) menuju sejumlah negara tujuan dapat menggunakan kapal berbendera Indonesia.

Dia menambahkan volume angkutan luar negeri lebih besar dua kali lipat dibandingkan dengan volume muatan laut domestik.

Muatan laut menuju luar negeri mencapai 532 ton pada 2012 sedangakan muatan domestik hanya mencapai 320 ton.

Menurutnya pemerintah perlu merubah aturan perdagangan ekspor dan impor Indoensia dari free on board (FOB) menjadi cost insurance freight (CIF).

Dia menambahkan selama ini pihak pembeli produk ekspor asal Indoensia yang menentukan kapal yang mengirim barang ke negara tujuan.

Dia menjelaskan jika aturan cost insurance freight maka pihak Indoensia sebagai pengekspor dapat menentukan kapal yang mengirim barang ke negara tujuan.

Menurutnya proyeksi total nilai perdagangan ekspor dan impor menggunakan kapal luar negeri di Indoensia meningkat dari tahun ke tahun.

Nilai perdagangan ekspor dan impor pada 2006 tercatat US$10,34 miliar dan pada 2011 meningkat menjadi US$11,34 miliar dengan asumsi muatan (freight) US$20 per ton.  (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Henyrkus F.N. Wedo

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top