Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AGRIBISNIS HORTIKULTURA: Buah & sayur lokal bisa gantikan pasokan impor

JAKARTA: Pasokan buah dan sayur lokal dinilai mampu untuk menggantikan impor beberapa produk hortikultura yang dilarang sementara oleh pemerintah. Ketua Koperasi Pedagang Pasar (Koppas) Kramat Jati Setyo Margono menilai pemerintah memang seharusnya
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Januari 2013  |  16:04 WIB

JAKARTA: Pasokan buah dan sayur lokal dinilai mampu untuk menggantikan impor beberapa produk hortikultura yang dilarang sementara oleh pemerintah.
 
Ketua Koperasi Pedagang Pasar (Koppas) Kramat Jati Setyo Margono menilai pemerintah memang seharusnya tidak perlu mengimpor untuk beberapa komoditas yang dilarang sementara karena pasokan di daerah masih mencukupi.
 
"Selama tidak terkendala cuaca buruk, pasokan buah dan sayur dari daerah sebenarnya tidak menjadi masalah. Permintaan buah impor juga tidak terlalu banyak mengingat kualitasnya hampir sama dengan lokal," katanya, Selasa (29/1/2013).
 
Seperti diketahui, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 60/2012 tentang Rekomendasi Impor Hortikultura dan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 60/2012 mengenai Ketentuan Impor Produk Hortikultura.
 
Produk tersebut antara lain, nanas, melon, pisang, mangga, pepaya, durian, kentang, kubis, wortel, cabai, bunga anggrek, bunga krisan, dan bunga heliconia.

Produk tersebut tidak mendapatkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk periode Januari hingga Juni 2013.
 
Margono menambahkan produksi buah di daerah masih mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.

Setiap hari, pihaknya menerima 35-40 ton buah nanas dari Lampung dan Subang, 60 ton buah melon dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta 30 ton buah pisang dari Jawa Barat dan Lampung.  (ra)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rio Sandy Pradana

Editor : Rustam-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top