Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BLOK BENGKULU I-MENTAWAI: Pengeboran Dimulai Oktober 2014

BENGKULU – Total E&P Indonesia Mentawai B.V menargetkan pengeboran  untuk eksplorasi  di lepas pantai Blok Bengkulu I – Mentawai dapat dilakukan pada Oktober 2014.
- Bisnis.com 29 Januari 2013  |  20:14 WIB

BENGKULU – Total E&P Indonesia Mentawai B.V menargetkan pengeboran  untuk eksplorasi  di lepas pantai Blok Bengkulu I – Mentawai dapat dilakukan pada Oktober 2014.

District Manager Total E&P Indonesia Mentawai B.V Avep Disasmita mengatakan pengeboran itu guna melihat kandungan yang ada di perut bumi Bengkulu.  Jika terbukti mengandung minyak dan gas (migas) maka akan dilakukan pemetaan yang lebih dalam.

“Pengeboran di lepas pantai itu akan dilakukan di kedalaman kurang lebih 950 meter.  Operasinya sekitar 60 – 90 hari,” katanya saat kunjungan ke Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara di Bengkulu hari ini, Selasa (29/1/2013).

Tahapan eksplorasi yang direncanakan perusahaan akan memakan waktu selama 3 tahun mulai dari environmental baseline assessment (EBA), survei geofisika, pengeboran sampai survey seismik 3 dimensi di lepas pantai Bengkulu itu.  

Dari beberapa tahapan itu,menurut Avep, investasi yang paling mahal ada pada tahap pengeboran. Pengeboran ini sendiri nantinya dapat dilakukan dengan dua jenis anjungan, yaitu drillship dan semi submersible rig.

“Investasi yang paling mahal di situ [pengeboran] karena butuh sewa anjungan. Nilai total investasi untuk eksplorasi selama 3 tahun ke depan ini sebesar US$40 juta atau sekitar Rp400 miliar,” katanya.

Menurut Avep Blok Bengkulu I – Mentawai ini merupakan tantangan bagi Total E&P Indonesia karena belum ada perusahaan migas yang beroperasi di pesisir Bengkulu.

“Kami ingin membuktikan dari segi geologi, berdasarkan umur batuan, apakah ada oil and gas yang terjebak di sana,” ujarnya.

Total optimistis eksplorasi ini dapat berhasil karena pihaknya sudah memiliki pengalaman kegiatan  migas di laut dalam Afrika, yaitu di Nigeria dan Angola.  Menurutnya, kali ini adalah kesempatan Total untuk membawa teknologi yang diterapkan di laut dalam Afrika ke Indonesia.

Blok Bengkulu I –Mentawai sendiri merupakan blok yang dipegang Total sejak ditandatanganinya kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) antara perusahaan dengan pemerintah lewat SKK Migas pada Oktober 2012 lalu. Total sendiri menjadi pemegang 100% participating interest dari PSC ini.

Blok eksplorasi ini terletak di kawasan lepas pantai Selat Bengkulu yang meliputi wilayah seluas 8.034 km2 dengan kedalaman laut berkisar 400–1.000 meter.  

GM Total E&P Indonesia Mentawai B.V mengatakan pihaknya bangga Total mendapatkan blok eksplorasi yang merupakan blok pertama perusahaan untuk wilayah lepas pantai Sumatra Barat.

“Hal ini menunjukkan kompetensi kami yang kuat untuk menghadapi tantangan yang unik yang ada di kawasan ini,” katanya.

Sementara itu Kepala SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Selatan Setia Budi mengatakan Bengkulu memang baru memulai kegiatan operasi migas pada 2012 lalu.

"Untuk di Bengkulu, potensinya memang terletak di daerah lepas pantai. Perusahaan migas jarang yang mau  eksplorasi di wilayah itu. Total termasuk yang berani," katanya.

Dia mengatakan wilayah kerja KKKS Migas dan CBM banyak tersebar di Sumsel dan Jambi. Sedangkan sebaran di Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung yang dibawah pengawasan SKK Migas Sumbagsel relatif sedikit.

“Jumlah KKKS Migas dan CBM serta mitra Pertamina di wilayah kami terdapat 79 perusahaan. 43 sudah berproduksi dan sisanya masih status eksplorasi,” katanya. (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top