Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PELESTARIAN ALAM: Karet Diusulkan Sebagai Produk Ramah Lingkungan

JAKARTA-Gabungan Pengusaha Karet Indonesia menyambut baik langkah pemerintah memperjuangkan karet masuk ke dalam daftar produk ramah lingkungan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik.
- Bisnis.com 28 Januari 2013  |  17:02 WIB

JAKARTA-Gabungan Pengusaha Karet Indonesia menyambut baik langkah pemerintah memperjuangkan karet masuk ke dalam daftar produk ramah lingkungan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik.

Direktur Eksekutif Gapkindo Rusdan Dalimunthe mengatakan karet patut disebut produk ramah lingkungan (environmental goods) karena 85% lahan tanaman karet di Indonesia dikelola oleh petani (smallholders) di atas hutan rakyat.

Data Gapkindo menyebutkan dari total area perkebunan karet di Tanah Air seluas 3,46 juta ha pada 2012, luas perkebunan karet rakyat mencapai 2,94 juta ha, sedangkan BUMN 242.000 ha dan swasta 283.000 ha.

“Karena sistem pola tanam seperti ini, industri karet tidak sampai mengganggu habitat hewan yang dilindungi, orangutan di gunung-gunung misalnya,” katanya hari ini (28/1).

Menurutnya, selain tetap melestarikan satwa yang dilindungi, perkebunan karet rakyat juga menyerap karbon dan menghasilkan oksigen.

“Perkebunan karet rakyat  memang tak bisa diharapkan berproduktivitas tinggi mengingat petani umumnya hanya menanam karet di atas lahan seluas 2 ha”.

Meski begitu, paparnya, pola itu sejauh ini memiliki sisi positif dan tetap dipertahankan sehingga produksi karet tidak sampai dieksploitasi oleh perusahaan-perusahaan besar yang berpotensi merusak lingkungan. (08/yus)




 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top