Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DWELLING TIME: Setelah Koja, waktu tunggu di JICT cukup 4-5 hari

- Bisnis.com 24 Januari 2013  |  15:28 WIB
JAKARTA—Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas akan mendorong penurunan waktu tunggu pelayanan kapal dan barang (dwelling time) di terminal peti kemas lain setelah merealisasikan di Terminal Peti Kemas Koja, Jakarta.
 
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJP) I Made Dana M Tangkas mengatakan berhasilnya PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia menurunkan dwelling time di TPK Koja diharapkan bisa diikuti oleh perusahaan lain dalam asosiasi itu.
 
Made mengatakan Toyota Manufacturing Indonesia mampu melakukan automatisasi seluruh prosedur distribusi barang sehingga dwelling time bisa ditekan menjadi hanya 1 hari di Terminal Koja dari sebelumnya mencapai 4 hari—5 hari.
 
Setelah TPK Koja, terminal peti kemas lain seperti di Jakarta International Container Terminal (JICT) akan menjadi sasaran berikut.
 
JICT juga merupakan terminal peti kemas hasil kerja sama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Corporation dengan Hutchison Port Holdings.
 
“Asosasi bisa jadi tombak menjalankan program penurunan dwelling time, Toyota sudah menjadi pilot project, setelah itu akan dilanjutkan oleh anggota lain, dan ini kan baru di Koja, nanti kami upayakan ke JICT,” katanya di Jakarta, Kamis (24/1).
 
Guna merealisasikan rencana itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan kepelabuhanan di antaranya Pelindo II sebagai operator Pelabuhan Tanjung Priok, Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, dan Badan Karantina Kementerian Pertanian.
(faa)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top