Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RISET PWC: Pebisnis mulai pesimistis terhadap prospek ekonomi

- Bisnis.com 24 Januari 2013  |  20:13 WIB
JAKARTA—Para pelaku bisnis semakin pesimistis dengan prospek perekonomian dunia dan semakin khawatir dengan meningkatnya persaingan karena perusahaan-perusahan dituntut lebih inovatif dan berani ambil risiko.
 
Berdasarkan 16th Annual Global CEO Survey dari PricewaterhouseCoopers (PwC), hanya 36% dari CEO di seluruh dunia menyatakan ‘sangat yakin’ dengan prospek pertumbuhan perusahaan mereka dalam 12 bulan kedepan.
 
Porsi tersebut turun dari hasil survei perusahaan jasa profesional tersebut pada 2012 yakni 40% dan pada 2011 yakni 48%, tapi masih lebih tinggi dari 2010 yakni 31% dan 2009 yakni 21%.
 
Adapun terkait prospek ekonomi global, hanya 18% dari semua CEO yang disurvei menyatakan optimistis, sedangkan 28% CEO menyatakan pesimistis. Adapun 52% CEO memprediksi perekonomian global akan stagnan pada tahun ini.
 
Namun, hasil survei ini lebih positif dibandingkan tahun lalu, saat 48% dari semua CEO memprediksi perekonomian global akan turun. Para CEO di Eropa Barat adalah yang  paling pesimistis akan prospek pertumbuhan pendapatan untuk jangka pendek.
 
Keyakinan tersebut juga turun di Amerika Utara, Asia Pasifik, bahkan di Afrika, sedangkan keyakinan para CEO di Amerika Latin meningkat. Pada tingkat negara, keyakinan para CEO paling kuat muncul di Rusia.
 
“Para CEO tetap berhati-hati mengenai prospek jangka pendek mereka  dan prospek perekonomian global,” kata Dennis M. Nally, pimpinan PwC, dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swis, seperti dikutip rilis yang diterima Bisnis pada Rabu (23/1).
 
Namun pada sisi lain, menurut Nally, kondisi ekonomi yang menyulitkan kegiatan bisnis ini membuat para pemimpin perusahaan meningkatkan kinerja, memangkas biaya tanpa mengurangi kualitas, dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
 
Strategi lain untuk menjawab tantangan ekonomi saat ini adalah peningkatan inovasi. Berdasarkan hasil survei tahunan Global Innovation Barometer dari Global Electric Company (GE), para eksekutif bisnis menilai inovasi sebagai strategi prioritas.
 
Sejumlah eksekutif menganggap dinamika bisnis yang cepat dan global, tapi dengan sumber daya manusia berkualitas yang terbatas, sebagai peluang untuk berinovasi, tapi tidak sedikit yang menganggap inovasi sebagai ancaman terhadap daya saing bisnis mereka.
 
“Para inovator harus gigih dan ulet serta berani untuk mengambil risiko yang ada,” kata Beth Comstock, Senior Vice President & Chief Marketing Officer GE, dalam rilis yang diterima Bisnis pada Rabu (23/1).
 
Hasil studi ini dipesan oleh GE dari peneliti independen dan perusahaan konsultan StrategyOne dengan wawancara terhadap 3.100 eksekutif bisnis di 25 negara pada periode 22 Oktober 2012-5 Desember 2012. Adapun 16th Annual Global CEO Survey dari PwC dilakukan dengan wawancara terhadap 1.330 CEO di 68 negara pada kuartal  IV/2012.
 
(faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top