Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BBM SUBSIDI: Pemerintah Yakin Bisa Hemat 1,3 Juta Kiloliter

JAKARTA: Pemerintah memperkirakan penghematan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tahun ini mencapai 2,3 juta kiloliter.Kepala Badan Pengatur Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng mengatakan dengan adanya pengendalian
- Bisnis.com 22 Januari 2013  |  14:47 WIB

JAKARTA: Pemerintah memperkirakan penghematan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tahun ini mencapai 2,3 juta kiloliter.

Kepala Badan Pengatur Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng mengatakan dengan adanya pengendalian BBM bersubsidi tahun 2013 melalui Peraturan Menteri ESDM No 1 Tahun 2013, konsumsi BBM subsidi bisa ditekan sebesar 1,3 juta KL.

Kemudian, ditambah dengan program Tenologi Informasi yang disiapkan PT Pertamina (Persero) melalui Sistem Monitoring dan Pengendalian BBM subsidi, konsumsi bisa lebih ditekan lagi. 

“Ditambah lagi ada lembaga sub penyalur yang bisa mengawasi, penghematan bisa sampai 2,3 juta KL,” kata Andy usai acara Sosialisasi Permen ESDM No 1 Tahun 2013 di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (22/1).

Artinya, bila konsumsi BBM subsidi bisa ditekan sebanyak 2,3 juta KL, maka konsumsi BBM subsidi bisa sesuai dengan kuota yang sudah ditetapkan dalam APBN 2013. Adapun dalam APBN 2013, kuota BBM subsidi ditetapkan sebesar 46,01 juta KL. Sementara, bila tanpa pengendalian dan pembatasan BBM subsidi, konsumsi bisa jebol hingga 48 juta KL.

Namun, bila melihat realitas yang ada, target penghematan sebesar 2,3 juta KL sulit dicapai. Pasalnya, program SMP BBM subsidi yang dipersiapan Pertamina, masih dalam proses. Paling cepat, program tersebut baru bisa berjalan pada pertengahan tahun ini, untuk Jabodetabek.

Seperti diketahui, saat ini Pertamina sendiri masih melakuan proses tender untuk pengadaan sistem IT. Belum lagi mengenai anggaran yang akan digunakan, apakah aan menggunaan anggaran pemerintah atau Pertamina, itu belum diputuskan. (bas)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top