Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JASA ANGKUT KOMPONEN KAPAL Diusulkan Bebas PPN

JAKARTA—Kementerian Perindustrian mengusulkan pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) atas jasa angkut komponen kapal guna memperkuat industri galangan kapal nasional.
- Bisnis.com 22 Januari 2013  |  19:46 WIB

JAKARTA—Kementerian Perindustrian mengusulkan pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) atas jasa angkut komponen kapal guna memperkuat industri galangan kapal nasional.

Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin, menuturkan saat ini produksi kapal nasional rata-rata setahun 900.000 ton atau sekitar 6.000-7000 unit. Sayangnya kinerja positif tersebut terkendala kurangnya pasokan komponen.

“Untuk itu sedang kami usulkan supaya PPN untuk jasa pengangkutan komponen kapal dihapuskan dalam bisnis pelayaran. Itu lagi diperbinacangkan,” ujarnya usai menerima delegasi The Jakarta Japan Club hari ini, Selasa (21/1/2013).

Menurutnya, usulan insentif PPN tersebut untuk melengkapi fasilitas bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) yang telah disediakan pemerintah bagi kegiatan importasi bahan baku industri kapal.

Selain masalah pasokan, Budi mengatakan untuk mendukung kinerja industri galangan kapal perlu dibangun jaringan industri komponen yang letaknya berdekatan atau dalam satu kawasan.

“Tapi kan industri kapal kita tersebar dari Sabang sampai Merauke. Untuk itu kami coba bangun kluster tententu seperti di Jakarta, Surabaya dan beberapa lokasi di Jawa Tengah,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, ada sekitar 200 industri galangan kapal golongan menengah dan besar di Indonesia, yang 70 di antaranya berada di Batam, Kepulauan Riau.

“Hingga 2017 industri galangan kapal Indonesia diharapkan mampu membuat kapal berkapasitas 50.000 deadweight tonnage (DWT) sampai dengan 60.000 DWT,” lanjutnya. (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top