Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI KAPAL: Investasi tumbuh, bisnis perkapalan prospektif naik 30%

JAKARTA: Industri kapal nasional diprediksi akan tumbuh 30% pada tahun ini menyusul peningkatan investasi pembangunan kapal dari beberapa institusi dan perbaikan kapal yang sudah ada.Ikatan Perusahaan Industri Kapal & Sarana Lepas Pantai Indonesia
- Bisnis.com 18 Januari 2013  |  00:59 WIB

JAKARTA: Industri kapal nasional diprediksi akan tumbuh 30% pada tahun ini menyusul peningkatan investasi pembangunan kapal dari beberapa institusi dan perbaikan kapal yang sudah ada.

Ikatan Perusahaan Industri Kapal & Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mencatat pada 2012 lalu, nilai produksi yang dibukukan industri kapal secara total diperkirakan dapat menyentuh US$1,53 miliar. Sehingga pada 2013, dapat naik menjadi US$1,99 miliar.

"Kenaikan tersebut akan didorong oleh meningkatnya reparasi dan perawatan kapal dan juga adanya pembangunan kapal dari pemerintah, badan usaha milik negara, TNI/Polri, dan pembangunan kapal untuk industri migas," jelas Kepala Bidang Organisasi dan Keanggotaan Iperindo, Novirwan S Said, Kamis (17/1).

Sayangnya, pertumbuhan industri kapal ini tidak diikuti dengan penambahan kapasitas produksi. Iperindo menaksir kapasitas pembangunan kapal baru masih akan sekitar 1 juta deadweight tonnage (DWT).

Sedangkan untuk perbaikan dan perawatan masih sebesar 12 juta DWT. "Kapasitas tahun ini tidak akan bertambah karena tidak ada investasi baru," lanjutnya.

Produksi kapal di Indonesia, seperti diketahui, masih didominasi oleh kapal berkapasitas kecil dengan kapasitas 1.500 dead DWT hingga 3.500 DWT. Padahal, industri dalam negeri sebenarnya telah siap meningkatkan kapasitas produksi hingga tanker berkapasitas 17.500 DWT.

Karena itu, Ketua Iperindo, Tjahjono Roesdianto, meminta pemerintah memprioritaskan produksi lokal dan meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) untuk lebih meningkatkan industri perkapalan tanah air.

Untuk keperluan kapal berkapasitas besar, ujarnya, perusahaan dalam negeri terkesan masih kurang yakin dengan industri galangan kapal domestik sehingga mereka lebih memilih mengimpor dari sejumlah negara. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top