Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INVESTASI ASING: Perekonomian stabil, Jepang & Korsel kian agresif

JAKARTA: Perekonomian yang stabil dengan laju pertumbuhan di atas 6% per tahun menjadi daya tarik Indonesia di mata investor asal Jepang dan Korea Selatan.Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional Rizal Affandi Lukman mengatakan
- Bisnis.com 17 Januari 2013  |  06:07 WIB

JAKARTA: Perekonomian yang stabil dengan laju pertumbuhan di atas 6% per tahun menjadi daya tarik Indonesia di mata investor asal Jepang dan Korea Selatan.

Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional Rizal Affandi Lukman mengatakan pelaku industri asal Jepang dan Korsel mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasalnya, di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, ekonomi Indonesia dapat melaju di atas 6%.

"Melihat prospek ekonomi Indonesia, mereka memastikan akan masuk dan berinvestasi di sini," ujarnya seusai pertemuan dengan perwakilan Doosan Group Korsel dan Marubeni Corporation Jepang, Rabu (16/01).

Rizal menuturkan Marubeni Corporation asal Jepang dan Doosan Group Korsel tertarik untuk berinvestasi di proyek-proyek yang terkait dengan perkotaan, pembangkit listrik, dan sistem pengelolaan air.

Di bidang infrastruktur dasar, misalnya, proyek yang hendak digarap Marubeni a.l. pembangkit listrik independen Cirebon 1x1000 MW, dan pembangkit listrik mulu tambang di Sumatera Selatan 3x600 MW.

Selain itu, Marubeni juga tertarik untuk membangun industri pupuk dan gula, serta tambang batu bara di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah juga menawarkan pembentukan kawasan industri khusus Korea Selatan di Tanah Air.

Rizal mengatakan saat ini jumlah pengusaha asal Korsel di Indonesia semakin meningkat. Namun, lokasi dan sektornya masih tersebar dan belum terkoordinir dengan optimal.

"Kami tawarkan untuk membangun kawasan industri khusus Korea Selatan di Indonesia, tanggapannya positif," ujar Rizal.

Rizal menuturkan pengusaha asal Jepang sudah difasilitasi pemerintah dengan membentuk kawasan khusus industri Jepang yang salah satunya berlokasi di Cikarang.

"Nah, Korea ini belum ada padahal perusahaannya cukup banyak. Akan kita pertimbangkan, terutama masalah lahan kan harus di-support oleh pemerintah," kata Rizal.

Dengan mendirikan kawasan industri khusus, investasi asal Korea Selatan akan lebih terfokus dalam satu komunitas industri. Pengusaha asal Korsel, imbuhnya, banyak bergerak di sektor industri baja dan petrokimia. (arh)



 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top