Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INFRASTRUKTUR: 15 Proyek prioritas mulai konstruksi 2014

JAKARTA: Pemerintah mengatakan akan mengajukan 15 proyek prioritas untuk ground breaking pada 2014.Lucky Eko Wuryanto, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Perekonomian, mengatakan 15 proyek yang akan di ground
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Januari 2013  |  03:02 WIB

JAKARTA: Pemerintah mengatakan akan mengajukan 15 proyek prioritas untuk ground breaking pada 2014.

Lucky Eko Wuryanto, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Perekonomian, mengatakan 15 proyek yang akan di ground breaking pada 2014 itu diambil 37 proyek prioritas yang rencananya diajukan akhir pekan ini.

"Dari 37 yang ground breaking 2014 sekitar 15," ujarnya, di Kementerian Perekonomian, Rabu (16/1).

Dia menjelaskan ke-15 proyek itu menjadi tahap pertama, sementara ke-22 proyek sisanya menjadi tahap selanjutnya yang direncanakan akan groundbreaking setelah 2014.

Namun, dia belum memerinci 15 proyek apa saja yang akan ground breaking pada 2014 maupun ke-37 proyek prioritas yang akan diajukan tersebut. Luky hanya memastikan penentuannya akan berdasarkan persiapan yang dibutuhkan agar realisasinya dapat berjalan sesuai jadwal [dueable].

"Tentunya tidak proyek yang sangat baru yang persiapannya sangat lama [yang akan groundbreaking 2014], jadi makanya [proyek] yang persiapannya sudah lama yang ditaruh di 2014," katanya.

Dia menjelaskan pemerintah akan menetapkan proyek-proyek yang memiliki nilai-nilai strategis sehingga bisa menjadi pemacu dari pengembangan atau percepatan pembangunan di koridor.

"Kadang-kadang gak hanya nilai proyek aja tapi punya nilai penting secara ekonomis maupun sosial dan politik," ungkapnya.

Dia mengatakan pemerintah akan mengusulkan tidak hanya pentingnya nilai proyek tetapi kesepakatan yang harus dijalankan.

"Ini tanggung jawab semuanya, ada sebuah at least proyek prioritas yang disepakati semua orang," jelasnya.

Menurutnya, proyek prioritas seharusnya bisa diberi kemudahan. Namun, bukan dalam bentuk prioritas.

"Apabila mendapatkan komitmen dari para menteri, terutama dari Menko, harapannya dari sisi alokasi dari proyek pemerintah ataupun dari sisi percepatan pengurusan pemberian jaminan itu betul2-betul bisa diperhatikan," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya,  sudah menjadi komitmen semua orang dan menjadi laporan yang sedang disusun. (arh)





 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Hedwi Prihatmoko / Winda Rahmawati

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top