Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NERACA TRANSAKSI: Defisit 2,3% karena ekspor melemah

JAKARTA: Defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal IV/2012 diproyeksi mencapai 2,3% terhadap produk domestik bruto (PDB).Bambang P.S. Brodjonegoro, Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, mengatakan defisit transaksi berjalan merupakan bagian
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Desember 2012  |  18:17 WIB

JAKARTA: Defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal IV/2012 diproyeksi mencapai 2,3% terhadap produk domestik bruto (PDB).Bambang P.S. Brodjonegoro, Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, mengatakan defisit transaksi berjalan merupakan bagian dari pelemahan kinerja ekspor Indonesia seiring koreksi harga komoditas migas dan non migas di pasar internasional."Yang paling penting dijaga supaya rasionya tidak melewati 3% terhadap PDB, sekitar 2,2--2,3% dari PDB," ungkapnya di Kemenkeu, Jumat (28/12).Untuk menjaga agar defisit current account tidak melampaui 3% PDB, imbuhnya, nilai tukar rupiah harus mencerminkan kondisi yang perekonomian saat ini.Menurutnya, tingkat kurs yang mencerminkan kondisi saat ini bisa sedikit membantu ekspor dan sedikit menahan impor."Jadi kalau kondisi saat ini menuntut satu mata uang yang lebih mencerminkan kondisi ekonomi, ya lebih baik dipertahankan di situ. Yang penting kestabilannya, tidak turun atau naik dengan cepat," tuturnya.Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menambahkan defisit transaksi berjalan berisiko memberikan tekanan negatif terhadap nilai tukar rupiah."Tetapi karena arahnya membaik, artinya defisitnya berkurang, kita melihat itu masih bisa dimitigasi risikonya," kata Darmin.Defisit transaksi berjalan diproyeksi cenderung menurun dari posisi yang tinggi pada kuartal II/2012, yakni mencapai 3,1% PDB. Pada akhir kuartal III/2012, defisit transaksi berjalan terbentuk sebesar 2,4% PDB dan diproyeksi turun menjadi 2,2--2,3% pada akhir tahun ini.Prakiraan transaksi berjalan tersebut didasarkan pada ekspektasi membaiknya kondisi perekonomian global dan kenaikan harga komoditas di pasar international. Ekspektasi tersebut berpotensi mendorong kinerja ekspor Indonesia. (arh)

 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ana Noviani

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top