Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OTOMOTIF: Omzet Pasar Mobil Capai Rp200 Triliun

JAKARTA – Keberhasilan mencapai rekor baru pasar otomotif nasional sebanyak 1,1 juta unit turut mendorong melonjaknya nilai penjualan yang ditaksir melebihi Rp200 triliun hingga akhir tahun ini.
Adi Purdiyanto
Adi Purdiyanto - Bisnis.com 28 Desember 2012  |  04:39 WIB

JAKARTA – Keberhasilan mencapai rekor baru pasar otomotif nasional sebanyak 1,1 juta unit turut mendorong melonjaknya nilai penjualan yang ditaksir melebihi Rp200 triliun hingga akhir tahun ini.

Dengan asumsi harga rata-rata penjualan mobil sekitar Rp175 juta per unit, maka omzet pasar mobil domestik tahun ini tumbuh lebih dari 35% dibandingkan pencapaian pada tahun lalu yakni sekitar Rp148 trilun.

“Memang agak sulit untuk menghitung omzet karena harga mobil berbeda-beda. Namun, dengan pasar yang melonjak, otomatis omzet akan naik juga,” ujar Jongkie D. Sugiarto, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kamis (27/12/2012).

Sebelumnya, Gaikindo memperkirakan pertumbuhan omzet pada tahun ini kemungkinan masih bisa bergerak ke arah positif jika kondisi ekonomi nasional stabil dengan target penjualan mencapai 930.000 unit.

Data Gaikindo memperlihatkan penjualan mobil sepanjang Januari-November tahun ini mencapai 1,02 juta unit, naik 26,1% dibandingkan periode yang sama 2011 yakni sebanyak 813.855 unit.

Adapun, data penjualan sementara pada bulan lalu meningkat 53,4% dari 813.855 unit pada November tahun lalu menjadi 103.699 unit yang disebabkan banjir baesar di Thailand pada akhir tahun lalu mengganggu pasokan mobil impor dari negara tersebut.

Namun, apabila dibandingkan dengan pencapaian pada Oktober yakni sebanyak 106.807 unit, penjualan pada bulan lalu turun tipis sekitar 3% yang menandakan permintaan konsumen masih tinggi.

Pada pertengahan tahun ini, Gaikindo sempat menurunkan target penjualan mobil hingga akhir tahun dari 930.000 unit menjadi sekitar 850.000 unit akibat dari keputusan pemerintah menaikkan uang muka minimum kredit kendaraan bermotor.

Namun, pada kenyataannya aturan tersebut tidak berdampak terhadap penjualan mobil karena meningkatnya jumlah masyarakat menengah ke atas disertai pertumbuhan ekonomi nasional yang baik di tengah krisis global saat ini. (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top