Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERLINDUNGAN KONSUMEN: Kemenperin Susun 64 Rancangan SNI

JAKARTA—Kementerian Perindustrian akan menyusun 64 rancangan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada 2013 guna melindungi konsumen dan produsen nasional dari persaingan usaha yang tak sehat.
- Bisnis.com 26 Desember 2012  |  18:02 WIB

JAKARTA—Kementerian Perindustrian akan menyusun 64 rancangan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada 2013 guna melindungi konsumen dan produsen nasional dari persaingan usaha yang tak sehat.

Sejumlah kelompok industri yang menjadi sasaran penerapan SNI wajib pada 2013, a.l. industri elektronik, logam, makan dan minuman, komponen otomotif, serta kimia hulu dan kimia dasar.

“Untuk 2013 ada sekitar 64 RSNI yang kami akan susun,. Semua akan kami bahas dulu dengan pelaku industri dan instansi terkait, lalu kami kirim notifikasi ke WTO. Prosesnya bisa 6 bulan sampai 1 tahun,” jelas Kepala Pusat Standarisasi Kementerian Perindustrian Tony Sinambela kepada Bisnis, Rabu (26/12).

Menurutnya, tujuan dari penerapan SNI wajib bukan hanya untuk melindungi konsumen, melainkan juga upaya perlindungan terhadap produsen nasional dari persaingan usaha yang tak sehat.

Penerapan SNI mendesak diterapkan pada kelompok industri tertentu jika terjadi lonjakan impor produk berkualitas buruk dengan harga jual murah.

“Yang mendesak diberlakukan SNI saat ini adalah produk mainan anak dan TPT [tekstil dan produk tekstil]. Itu tahun ini, tetapi karena 2012 tinggal beberapa hari lagi, mungkin Peraturan Menteri Perindustriannya baru akan keluar pada Januari 2013,” katanya.

Menteri Perindustrian Mohamad S. Hidayat menuturkan pihaknya sepanjang 2012 telah menyusun 106 RSNI atau total 307 RSNI selama kurun waktu 3 tahun terakhir.  (if)

Ada 11 kelompok industri yang menjadi fokus standarisasi, yaitu permesinan, asintan, elektronika, dan rumah tangga, tekstil, kulit dan alas kaki, makanan, minuman dan tembakau, logam, karet dan plastik, serta kertas. (if) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top