APBN-P 2012: Belanja Modal Hanya Terserap 80%

JAKARTA—Pemerintah memproyeksi belanja modal APBN-P 2012 hanya dapat terserap sekitar 80% dari pagu Rp168,7 triliun.Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan realisasi belanja modal dipastikan
Diena Lestari | 20 Desember 2012 19:44 WIB

JAKARTA—Pemerintah memproyeksi belanja modal APBN-P 2012 hanya dapat terserap sekitar 80% dari pagu Rp168,7 triliun.Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan realisasi belanja modal dipastikan tidak mencapai 100%. Padahal, setiap tambahan Rp10 triliun belanja infrastruktur mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 0,1%."Masih diupayakan 90%, tetapi kemungkinan 80%," ujarnya di Kementerian Keuangan hari ini, Kamis (20/12/2012).Untuk mencapai target tersebut, pemerintah harus mencairkan lebih dari 25% belanja modal sepanjang Desember 2012. Pasalnya, berdasarkan data Ditjen Perbendaharaan, hingga 30 November 2012, penyerapan belanja modal baru mencapai Rp90,8 triliun atau 53,8% dari pagu APBN-P 2012.Dibandingkan denga realisasi belanja modal pada periode yang sama tahun lalu, terdapat peningkatan penyerapan anggaran belanja modal. Pada 30 November 2011, realisasinya tercatat sebesar Rp66,5 triliun atau 47,3% dari pagu dalam APBN-P 2011, yakni Rp 140,95 triliun.Pada awal semester II/2012, pemerintah membuat prognosa bahwa belanja modal dapat terserap 90,9% dari pagu, yakni Rp153,4 triliun. "Sampai akhir tahun realisasi belanja modal kira-kira 90-95%," kata Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo.Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa masih optimistis realisasi belanja modal dapat mencapai angka 90% dari pagunya."Pasti ada gap antara dana yang dikeluarkan dengan proyek yang diselesaikan. Mungkin berada di angka 90% sampai akhir tahun," ujar Hatta.Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop mengatakan pertumbuhan alokasi belanja modal tidak diimbangi kemampuan menyerap anggaran dengan optimal. Pada periode 2011 dan 2012, alokasi belanja modal meningkat lebih dari 37,8% dan 36,3%."Sampai Oktober belanja modal baru terserap 44%, menyisakan lebih dari separuh anggaran untuk diserap dua bulan terakhir 2012," ujarnya.Performa penyerapan anggaran ini, kata Diop, merintangi upaya Indonesia dalam mencapai sasaran-sasaran pembangunan infrastruktur guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. (sut)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup