PROYEKSI EKONOMI 2013: Bank Dunia sebut inflasi akan melaju 5,1%

JAKARTA--Bank Dunia memproyeksi tingkat inflasi Indonesia pada 2013 berada pada level 5,1% didorong oleh kenaikan upah minimum buruh, depresiasi rupiah, dan kenaikan tarif tenaga listrik.Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop mengatakan
Diena Lestari
Diena Lestari - Bisnis.com 19 Desember 2012  |  04:02 WIB

JAKARTA--Bank Dunia memproyeksi tingkat inflasi Indonesia pada 2013 berada pada level 5,1% didorong oleh kenaikan upah minimum buruh, depresiasi rupiah, dan kenaikan tarif tenaga listrik.Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop mengatakan secara umum kondisi makroekonomi Indonesia dalam keadaan baik. Namun, sejumlah kebijakan baru seperti kenaikan UMP/UMK dan TTL berisiko mendorong laju inflasi.Dalam APBN 2013, pemerintah menargetkan tingkat inflasi berada pada level 4,9%. Namun, Bank Dunia memproyeksi inflasi Indonesia pada 2013 akan melaju sebesar 5,1%."Dari dalam negeri ada dorongan (*cost-push*) dari tingginya peningkatan UMK, berlanjutnya depresiasi rupiah, dan dampak sementara dari kenaikan TL," ujarnya dalam paparan Perkembangan Triwulan Perekonomian: Menyoroti Kebijakan, Selasa (18/12).Bank Dunia juga mengingatkan risiko inflsi yang timbul dari dorongan belanja pra-pemilu 2014 dan kuatnya konsumsi di dalam negeri."Risiko inflasi ni penting untuk ditanggapi secara pro-aktif agar tidak menimbulkan *overheating*. Karena kapasitas produksi relatif tertinggal dibandingkan peningkatan investasi," tuturnya.Pada kesempatan yang sama, ekonom Bank Danamon Anton Gunawan memproyeksikan dampak kenaikan UMP/UMK terhadap inflasi pada 2013 relatif kecil, yakni hanya sekitar 0,1--0,2% terhadap inflasi tahunan. Sedangkan dorongan inflasi dari kenaikan TTL diproyeksi hanya 0,3--0,5%."Kalau BBM bersubsidi tidak naik, inflasi pada 2013 diperkirakan 5,5%," ujarnya.Sementara itu, apabila pemerintah menaikkan BBM bersubsidi Rp500/liter pada 2013, inflasi akan melaju pada level 6,2%. Adapun kenaikan BBM sebesar Rp1.500/liter akan mengerek inflasi ke tingkat 8,5% pada 2013."Skenario BBM naik Rp1.500 ini apabila harga minyak dunia brent atau ICP mencapai US$120/barel. Dorongan inflasinya sekitar 2,7%," kata Anton.Secara umum, tambahnya, inflasi pada 2013 didorong oleh harga pangan, kenaikan UMP/UMK, kenaikan TTL, dan potensi penaikan harga BBM bersubsidi."Depresiasi rupiah kan sudah terjadi sejak pertengahan 2012. Kalau turun lagi dari Rp9.500 jadi Rp12.000/US$ baru ada kontribusinya terhadap inflasi," tuturnya. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top