Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IMPOR CANAI LANTAI Diselidiki KPPI

JAKARTA: Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) mulai melakukan penyelidikan tindakan pengamanan perdagangan atau safeguard measure atas importasi produk canai lantaian dari besi atau baja bukan paduan. Penyelidikan itu dilakukan terhadap
Siti Harianti Manurung
Siti Harianti Manurung - Bisnis.com 19 Desember 2012  |  10:29 WIB

JAKARTA: Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) mulai melakukan penyelidikan tindakan pengamanan perdagangan atau safeguard measure atas importasi produk canai lantaian dari besi atau baja bukan paduan. Penyelidikan itu dilakukan terhadap produk dengan lebar 600 mm atau lebih, dipalut, disepuh atau dilapisi dengan paduan aluminium-seng, mengandung karbon kurang dari 0,6% menurut beratnya, dengan ketebalan tidak melebihi 1,2 mm dengan nomor harmonized system (HS.) 7210.61.11.00. Ketua KPPI Bachrul Chairi mengatakan inisiasi dimulai hari ini, Rabu (19/12/2012), menyusul laporan dari PT Bluescope Steel Indonesia dan PT Sunrise Steel yang diterima oleh KPPI pada 12 Desember 2012. "Kami telah memperoleh bukti awal tentang adanya lonjakan jumlah impor barang dimaksud dan indikasi awal mengenai kerugian yang dialami industri dalam negeri akibat importasi barang tersebut," katanya dalam siaran pers, Selasa malam (18/12). Kedua perusahaan mengklaim telah mengalami kerugian serius atau ancaman kerugian serius akibat lonjakan jumlah impor produk canai lantaian. Mereka meminta pemerintah agar mengenakan safeguard atas importasi produk dimaksud. "Dengan dimulainya penyelidikan, kami membuka kesempatan kepada semua pihak yang berkepentingan untuk memberikan tanggapan tertulis atas penyelidikan ini," ujar Bachrul.PT Blue Scope Steel Indonesia merupakan perusahaan manufaktur baja lapis zinc atau aluminium dengan pabrik di Cilegon, Banten, dan kantor pemasaran di Jakarta dan Surabaya.Perusahaan yang menjadi bagian BlueScope Steel Limited, Australia, ini memproduksi 100.000 ton lapis baja metal dan 55.000 ton baja lapis berwarna per tahun. Produknya dilabeli dengan merek Zincalume, Clean Colorbond, Pelangi, Abadi, Gemilang, Interior, Indah, Ancor, dan Textura.Sementara, PT Sunrise Steel yang beroperasi di Mojokerto, Jatim, memproduksi lempengan baja bermerek Zinium dengan kapasitas produksi 120.000 ton per tahun.   (ra)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top