Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROYEK DEPARTEMEN PU: Kembangkan kawasan strategis, PU siapkan 1,6 Triliun

JAKARTA-Direktorat Cipta Karya melalui program pengembangan Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) membangun berbagai infrastruktur desa untuk meningkatkan perekonomian daerah. Tercatat Cipta Karya menggelontorkan anggaran sebanyak Rp1,6 triliun yang berasal
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Desember 2012  |  01:26 WIB

JAKARTA-Direktorat Cipta Karya melalui program pengembangan Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) membangun berbagai infrastruktur desa untuk meningkatkan perekonomian daerah. Tercatat Cipta Karya menggelontorkan anggaran sebanyak Rp1,6 triliun yang berasal dari pinjaman JICA untuk membangun infrastruktur pedesaan.Melalui program Regional Infrastructur for Social and Economic Development (RISE) dengan tujuan pengentasan kemiskinan, Cipta Karya telah membangun enam sekor infrastruktur  desa yakni transportasi, pendidikan, kesehatan, pemasaran dan produksi, air bersih, dan sanitasi. Pinjaman JICA sebesar Rp1,6 triliun itu menjadi utang negara yanng dibayar oleh pemerintah pusat.“Sudah sejak  empat tahun lalu program ini berjalan dan hasilnya bagus. Dananya merupakan loan dari JICA sebesar 1,6 triliun,” ujar  Direktur Pengembangan Pemukiman Cipta Karya Ir. Amwazi Idrus (17/12).Program KSK ini berlangsung di 34 Kabupaten yang ada di 9 provinsi yakni Sumatra Utara, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Nusa Tenggara Barat.Amwazi mengungkapkan tiap KSK mendapat anggaran pertahun Rp2 miliar, sementara tiap kecamatan mendapat Rp1,5 miliar. Untuk tahun 2012 sendiri Cipta Karya sudah membantu KSK sebesar Rp423, 5 miliar.“Prinsipnya Cipta Karya mendorong komoditas unggulan di daerah yang bisa dikembangkan dengan cara membangun infrastruktur pendukung. Satu kabupaten dipilih satu KSK,” ungkapnya.Amwazi menjelaskan daerah menyiapkan bussines planingnya dan pemerintah pusat mendorong untuk mengembangkan produksi komoditas andalan itu. Beberapa komoditas itu antara lain, kopi, jagung, kentang, nilam dan sektor peternakan. Diharapkan dengan pembangunan infrastruktur itu dapat mengembangkan juga wilayah sekitar wilayah itu.“Ada beberapa komoditi yang juga sudah diekspor, itu adalah suatu yang menggembirakan” ujarnya.Pemilihan 34 Kabupaten, jelas Amwazi ditentukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra). Pertimbangannya ialah untuk menghindari tumpang tindih program dengan kementerian lain.Bentuk konkret pembangunan infrastruktur desa itu antara lain pembangunan pasar, jalan desa, tempat penjemuran komoditas, tergantung pada kebutuhan tiap wilayah. Jika pusat membangun jalan desa, maka pemerintah Kabupaten akan membangun jalan lingkungannya.“Pilih yang daerah tertinggal dan kita bantu dorong. Ini sekaligus melihat peluang pengembangan yang sejalan dengan MP3EI,” ujarnya.Amwazi menyebutkan terdapat 5 Kabupaten dari 34 Kabupaten yang dinilai sangat berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah. Kelima Kabupaten itu antara lain, Merangin, Kaur, Simalungun, Belitung dan Enrekang. Sementara kabupaten lain belum terus bertumbuh dan cendrung meningkat pertumbuhan kesejahteraan dan kesehatannya.Lebih lanjut Amwazi berharap program ini dapat berlanjut mengingat progres yang dicapai untuk pembangunan kabupaten sangat bagus. Program ini dinilai berhasil mengembangkan perekonomian wilayah. Tambah lagi program ini juga menambah lapangan kerja karena suatu komoditas mulai diproduksi secara masal.Pihak Cipta Karya sendiri sedang berupaya untuk membantu pengembangan komoditi hasil perusahaan rakyat ini. Dalam rencana karena komoditi yang dihasilkan jelas, Pemerintah membantu dengan memberikan pinjaman untuk pengembangan usaha.“Memang ini belum jelas konsepnya tetapi karena komoditasnya jelas jika membutuhkan modal usaha misalnya 50 miliar, kita akan bantu dengan memberi pinjaman 10 miliar dan bank membantu 40 miliar. Ini harus dipikirkan lagi karena coorporate harus jelas” ujarnya. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Thomas Mola

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top