HARGA BARANG: Pemasok pasar moderen akan naikkan harga jual

JAKARTA--Pemasok pasar moden berancang-ancang menaikkan harga jual produk menyikapi keputusan kalangan industri yang lebih dulu mengumumkan akan menaikkan harga barang pada tahun depan.
Muhamad Sufyan
Muhamad Sufyan - Bisnis.com 18 Desember 2012  |  21:20 WIB

JAKARTA--Pemasok pasar moden berancang-ancang menaikkan harga jual produk menyikapi keputusan kalangan industri yang lebih dulu mengumumkan akan menaikkan harga barang pada tahun depan.

Susanto, Ketua Asosiasi Perusahaan Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI) mengatakan, kenaikan harga di tingkat pemasok tidak terhindarkan, hanya waktu kenaikannya saja yang tidak sama.

"Kami akan menyesuaikan, tapi ada proses memperbaharui data dulu yang membuat waktu kenaikannya berbeda," katanya kepada Bisnis, Selasa (18/12).

AP3MI memerkirakan kenaikan rata-rata produk untuk pasar modern berkisar antara 5%--10% pada tahun depan.

Menurutnya, walaupun harga di tingkat pemasok naik, namun kebutuhan terhadap produk masih akan meningkat pada tahun depan. Hanya saja, kenaikan permintaannya kemungkinan relatif tipis karena mengikuti ekspansi pasar modern yang diperkirakan melambat pada 2013.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia memerkirakan gerai ritel modern kemungkinan hanya bertambah 2.000 unit, dan hanya untuk format minimarket.

Susanto mengatakan melambatnya pertumbuhan gerai pasti akan berimbas pada permintaan barang dari pemasok.

"Memang daya beli masyarakat naik yang akan mengerek konsumsi. Ini bisa menjadi penopang pertumbuhan permintaan kepada pemasok," ujarnya.

Selain produk lokal, Susanto mengatakan permintaan barang impor juga berpotensi tetap tumbuh terdorong daya beli masyarakat yang meningkat.

"Walaupun berat kondisi tahun depan lebih berat, pemasok tetap siap memenuhi permintaan. Kami siap kalau misalnya harus jual aset dulu agar bisnis tetap bertumbuh," paparnya.

Dia mengakui kenaikan UMP dan tarif listrik pada tahun depan menjadi beban bagi pengusaha ritel dan pemasok pasar modern.

Sebelumnya, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) memperkirakan harga jual produk pada tahun depan naik minimal 2%-3%.

Franky Sibarani, Sekretaris Jenderal Gapmmi, menuturkan harga jual produk dipengaruhi beberapa faktor, seperti biaya energi, harga komoditas, dan upah buruh.

"Ketiga faktor itu menjadi satu kesatuan yang membuat harga jual produk di pasar naik," ujarnya.

Pada kuartal 1/2012, pelaku industri ini telah menaikkan harga sekitar 7% akibat kenaikan biaya produksi.(msb)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Roberto A Purba

Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top