Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA BERAS: Relatif Stabil, Operasi Pasar Masih Terbatas

JAKARTA – Kendati realisasi operasi pasar beras oleh Perum Bulog masih terbatas, tetapi harga beras masih relatif stabil disebabkan masih ada panen di beberapa daerah,  sehingga ada stok gabah dan beras di petani.
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 17 Desember 2012  |  16:28 WIB

JAKARTA – Kendati realisasi operasi pasar beras oleh Perum Bulog masih terbatas, tetapi harga beras masih relatif stabil disebabkan masih ada panen di beberapa daerah,  sehingga ada stok gabah dan beras di petani.

Pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang Akong mengatakan harga beras di Indonesia sudah cukup tinggi, sehingga sulit untuk terus bergerak naik.

Realisasi operasi pasar beras oleh Perum Bulog sejak Oktober 2012 sampai saat ini hanya sekitar 10.000 ton. Sementara itu, pemasukan beras ke Pasar Induk Beras Cipinang setiap hari rerata 2.000 ton per hari.

“Pada saat panen saja harga beras dan gabah sudah tinggi, sehingga pada musim paceklik, harga juga sulit untuk naik lagi, karena memang selama ini harga sudah sangat tinggi,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini.

Menurutnya, harga beras saat ini relatif stabil. Harga beras kualitas medium yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Rp7.500-Rp7.600 per kg.

Dia menuturukan pasokan beras yang masuk ke pasar Cipinang masih cukup, karena masih ada panen di beberapa daerah.

"Kemungkinan harga beras akan naik lagi pada awal tahun depan, karena panen di daerah sudah mulai habis dan stok juga menipis," ujarnya.

Menurutnya, harga beras masih stabil tersebut juga akibat adanya operasi pasar beras oleh Perum Bulog, kendati volumenya masih kecil. Harga beras dari Bulog yang digunakan untuk operasi pasar Rp7.000 per kg lebih murah dibandingkan dengan harga pasar.

"Persediaan beras masih cukup sekali ditambah adanya operasi pasar beras oleh Bulog, jadinya itu menstabilkan harga beras."

Dia menambahkan kekuatan daya beli konsumen yang terbatas juga menyebabkan pedagang sulit untuk menaikkan harga beras. "Jika harga beras kami naikkan, maka daya beli menjadi turun, itu juga tidak menguntungkan bagi kita."

Saat ini merupakan musim paceklik beras, karena petani baru mulai masuk musim tanam.Kendati dalam kondisi paceklik, katanya, harga beras masih tetap stabil, karena harga beras di Indonesia sudah tergolong tinggi.

Harga gabah dan beras pada saat panen, katanya, juga sudah tinggi, sehingga sulit untuk terus bergerak naik. "Saat paceklik harga beras juga tidak akan naik lagi, sehingga harga relatif stabil."

Dirut  Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan realisasi operasi pasar beras oleh Bulog sejak Oktober sampai saat ini hanya sekitar 10.000 ton.

"OP [operasi pasar beras] sejak Oktober sampai dengan saat ini masih sangat kecil, hanya sekitar 10.000 ton," ujarnya. (if)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top