Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKSPOR RAJUNGAN ketiga terbesar setelah udang & tuna

JEPARA: Asosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia (APRI) Arie Prabawa memperhitungkan nilai ekspor komoditas perikanan rajungan menyumbang lebih dari US$260 juta per tahun.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Desember 2012  |  06:58 WIB

JEPARA: Asosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia (APRI) Arie Prabawa memperhitungkan nilai ekspor komoditas perikanan rajungan menyumbang lebih dari US$260 juta per tahun.

 
Saat ini rajungan ada di peringkat ketiga sampai keempat dari total nilai ekspor produk perikanan Indonesia setelah udang (46%), tuna (14%) dan rumput laut.
 
Rajungan (portunus pelagicus) yang dikenal dengan nama dagang 'Blue Swimming Crab' dan rumput laut, sering berganti posisi di nomor tiga," kata Direktur Eksekutif APRI Arie Prabawa, Senin (17/12/2012).
 
Menurutnya rajungan mulai dikelola secara komersial sejak tahun 1990-an yang terus meningkat sampai saat ini yang nilainya mencapai US$200 juta dengan volume 30.000 ton/tahun.
 
"Rajungan sebagian besar ditangkap tersebar di perairan pantai Jawa dan Sumatra," katanya.
 
Diperkirakan sekitar 65.000 nelayan saat ini menangkap rajungan di seluruh perairan Indonesia dengan alat tangkap bubu, 'gillnet' dan sebagian kecil 'bottom trawl'.
 
"Tidak kurang dari 13.000 anggota keluarga nelayan juga ikut mendukung industri-industri kecil pendukungnya sebagai pengupas rajungan," katanya.
 
Menurut Arie kebutuhan pasar AS terhadap produk olahan rajungan sangat besar. "Bahkan cenderung trennya meningkat," katanya.  (Antara/ra)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top