Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KINERJA MIGAS: Pertamina masih kejar target produksi 32.000 barel/hari

JAKARTA:  PT Pertamina (Persero) masih berharap target tambahan produksi minyak sebesar 32.000 barel per hari tahun ini dari akuisisi sejumlah blok migas di dalam dan luar negeri dapat tercapai.Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Desember 2012  |  18:51 WIB

JAKARTA:  PT Pertamina (Persero) masih berharap target tambahan produksi minyak sebesar 32.000 barel per hari tahun ini dari akuisisi sejumlah blok migas di dalam dan luar negeri dapat tercapai.Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko Pertamina Afdal Bahaudin mengatakan pihaknya akan terus berusaha agar target tersebut bisa tercapai. Menurutnya, dari target akuisisi yang direncanakan, baru PHE melalui PHE Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang berhasil membeli 5,0295% saham Talisman Resources (North West Java) Limited di Blok ONWJ.Akuisisi tersebut menambah produksi Pertamina sekitar 1.680 barel per hari minyak dan gas 9,82 MMscfd, atau sekitar 3,380 barel setara minyak per hari.“Ya baru itu saja, yang lain kita upayakan, kalau tidak berhasil 32.000 barel per hari tambahan dari akuisisi, ya itu upaya maksimun yang kita bisa, kita masih berharap target itu tercapai,” kata Afdal kepada Bisnis akhir pekan lalu.Hal senada juga diungkupkan oleh Direktur Hulu Pertamina M Husen. Husen mengatakan Pertamina masih bekerja keras untuk mencapai target 32.000 barel per hari itu.“Itu dia, kami minta doanya, memang sebetulnya belum ada yang pasti, kami masih bekerja untuk mencapai itu. Kami tidak bisa katakan bisa atau tidak 32.000 barel per hari itu kita dapatkan, sudah sempit kan waktunya,” kata Husen di kesempatan terpisah.Adapun mengenai akuisisi 32 % saham Petrodelta S.A, Venezuela milik Harvest Natural Resources, saat ini proses akuisisi tersebut masih proses pembicaraan dalam rangka memperoleh persetujuan pemegang saham atas transaksi tersebut. “Sekarang kita tidak boleh bicara, sampai ada press release nanti. Kita diharuskan tidak boleh bicara dahulu, doakan dulu yah,” tambah HusenMenurut Afdal, direksi memang tidak diperkenankan dahulu untuk berkomentar mengenai rencana akuisisi saham Petrodelta. “Untuk yang ini kami tidak boleh berbicara, semua direksi tidak boleh ada yang berkomentar,” jelasnya.Tahun ini, Pertamina menganggarkan dana investasi sebesar Rp 52,8 triliun. Dari dana tersebut, sebanyak 80% atau Rp 42,24 triliun akan digunakan untuk membiayai proyek hulu dan sebanyak Rp 12,67 triliun dana hulu dialokasikan untuk akuisisi.Sementara Pada 2013,  Pertamina menyiapkan belanja investasi (capital expenditure/capex) senilai US$ 6,7 miliar atau sekitar Rp 64 triliun. “Nilai investasi untuk akuisisi tahun depan tidak jauh nilainya dari tahun ini,” kata Direktur Keuangan Pertamina Andri T Hidayat.Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Energi, anak usaha PT Pertamina (Persero), menargetkan bisa mengakuisisi 8 blok di kawasan Asia sepanjang tahun ini. Melalui akuisisi blok di negara lain, Pertamina Hulu Energi ingin meningkatkan produksi minyak mereka. Saat ini produksi minyak anak usaha Pertamina 62 ribu barel per hari (bph).Saat ini, PHE memiliki 8 blok di 7 negara. Pertamina bekerja sama dengan Petronas Carigali dan Petrovietnam Exploration Production Corporation untuk menggarap Blok SK-305 di Sarawak, Malaysia, Blok 10 dan Blok 11.1 di Vietnam. Selain itu, PHE juga memiliki partisipasi di Blok VIC, Australia, Blok 3 di Qatar, Blok 13 di Sudan, Blok 13WD di Irak, serta Blok 17-3 dan Blok 123-3 di Libya. Namun, dari seluruh blok yang dimiliki, baru Blok SK-305 dan Blok VIC yang berproduksi.Sementara, enam blok lainnya masih dalam tahap eksplorasi. Dari keenam blok eksplorasi, empat diantaranya masih ditinggalkan sementara karena faktor keamanan negara bersangkutan, yaitu Blok 3 di Qatar, Blok 13 di Sudan, Blok 13WD di Irak, serta Blok 17-3 dan Blok 123-3 di Libya. Di Libya, Pertamina sudah melakukan seismik namun belum mengebor sumur (arh)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Riendy Astria

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top