Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INSENTIF MIGAS: Pikat investor, harus ada insentif pengembangan shale gas

MUARA ENIM: Lantaran memiliki resiko dan biaya yang tinggi, pemerintah sebaiknya memberikan insentif bagi investor yang ingin berinvestasi di bidang shale gas.Chief Executive Officer (CEO) NuEnergy Chris Newport mengatakan selain berinvestasi di bidang
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Desember 2012  |  17:49 WIB

MUARA ENIM: Lantaran memiliki resiko dan biaya yang tinggi, pemerintah sebaiknya memberikan insentif bagi investor yang ingin berinvestasi di bidang shale gas.Chief Executive Officer (CEO) NuEnergy Chris Newport mengatakan selain berinvestasi di bidang gas metana batu bara (Coal Bed Methane/CBM), ke depannya, pihaknya berminat investasi di bidang shale gas. Menurutnya, harus ada insentif agar bisnis di bidang shale gas bisa lebih menarik.“Kalau bisa sih ada insentif lebih untuk investasi di shale gas, kalau tidak ada, sulit untuk menjadi menarik,” kata Chris, Kamis (13/12).Chris menuturkan investasi untuk shale gas membutuhkan keberanian yang besar. Pasalnya, investasi di shale gas membutuhkan biaya yang tidak sedikit serta tinggi resiko.“Shale gas yang mahal itu di infrastruktur service, tapi bisa dilakukan saat ini karena kemajuan teknologi, mekanikal, seperti membuat kompressor, tapi itu kan sama saja membuat pembangkit listrik, itu mahalnya.”Meski begitu, Chris mengaku sangat berminat untuk berinvestasi di shale gas. Pihaknya sudah membuat proposal dan mengirimkannya ke Kementerian ESDM. Bahkan, pemerintah sudah memanggil agar pihaknya melakukan presentasi mengenai desain teknis dan usulan detail.“Kemarin kami sudah membuat desain teknis, setelah itu buat usulan detail, kalau disetujui, baru kita mulai eksplorasi. Jadi intinya, proposal kami sudah masuk, kita sudah disuruh presentasi teknis. Mudah-mudahan kami yang selanjutnya setelah Pertamina,” lanjut Chris. Adapun lokasi yang diperkirakan adalah di sekitar Muara Enim, Palembang dan RiauBerdasarkan data Ditjen Migas Kementerian ESDM, saat ini sudah ada sekitar 60 proposal joint study pengembangan shale gas dari investor. Dari sekitar 60 proposal, ada 5 proposal yang sedang dikaji, salah satunya dari Pertamina (Persero).Pada 2013 ada beberapa daerah yang sudah selesai joint study. Pemerintah sedang berunding mengenai sistem bagi hasil yang sesuai agar bisnis shale gas menjadi menarik.

Pasalnya, pengembangan shale gas itu beda dengan migas konvensional. Selain jaminan investasi yang stabil shale gas juga membutuhkan infrastruktur pendukung. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Riendy Astria

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top