Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEDULI ENERGI: MPEL Nilai Sektor Energi Masih Terabaikan

JAKARTA: Masyarakat Peduli Energi dan Lingkungan (MPEL) prihatin terhadap sektor energi masih terabaikan dan terlantarkan.
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 13 Desember 2012  |  14:48 WIB

JAKARTA: Masyarakat Peduli Energi dan Lingkungan (MPEL) prihatin terhadap sektor energi masih terabaikan dan terlantarkan.

Adiwardojo, Ketua MPEL, mengatakan kondisi sektor energi nasional belum tertangani dengan baik. Konsumsi energi per kapita Indonesia saat ini masih sangat rendah.

"Konsumsi energi/kapita Indonesia hanya seperlima dari Malaysia, dan seperenambelas dari Korea Selatan. Padahal indikator penting tentang kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa adalah besarnya konsumsi energi/kapita tersebut," ujarnya dalam diskusi tentang Keprihatinan Terhadap Pasokan Energi Jangka Panjang di Jakarta hari ini, Kamis (13/12).

Menurut dia, upaya yang harus dilakukan Indonesia masih cukup panjang, dengan waktu yang relatif pendek untuk mampu memenuhi kebutuhan sebagian masyarakat modern dan maju, sesuai dengan sasaran global pada 2030.

"Agar tidak tertinggal dengan negara lain, kita perlu bekerja ekstra keras dan konsisten untuk mewujudkan bauran energi nasional yang optimal, yang dilandasi pada prinsip non-deskriminatif dan non-deplesi," tambahnya.

Selain itu, kata Adiwardojo, perlu mengutamakan pemenuhan energi dalam negeri, melalui kemudahan layanan jasa energi modern (modern energy service) yang berasal dari sumberdaya energi dalam negeri maupun luar negeri, didukung dengan diplomasi energi yang unggul.

Dia menuturkan MPEL berperan aktif dalam mendukung perumusan dan pelaksanaan kebijakan energi nasional, yang didasari pada kajian konprehensif, serta sesuai dengan praktik internasional terbaik. Tujuannya agar penyediaan dan pemanfaatan energi mampu mendukung pencapaian tujuan pemangunan nasional yang berkelanjutan, dan sejalan dengan Millenium Development Goals).

Jadi, katanya, sektor energi merupakan sektor terpenting dalam pembangunan ekonomi, dan memerlukan perhatian penuh, serta secara terus menerus dalam jangka panjang oleh pemangku kepentingan politik.  (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top