Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MAINAN EDUKATIF: Pegiat Gandeng Inovator Untuk Penetrasi Pasar

JAKARTA—Pegiat mainan edukatif dan tradisional mencoba bertahan dari gempuran mainan impor dengan menggandeng inovator-inovator muda dari berbagai perguruan tinggi dan meningkatkan penetrasi pasar.
- Bisnis.com 13 Desember 2012  |  17:15 WIB

JAKARTA—Pegiat mainan edukatif dan tradisional mencoba bertahan dari gempuran mainan impor dengan menggandeng inovator-inovator muda dari berbagai perguruan tinggi dan meningkatkan penetrasi pasar.

Untuk meningkatkan kecintaan pada mainan edukatif dan tradisional, pemasaran akan dilakukan mulai dari pasar tradisional, pusat perbelanjaan modern, hingga lembaga pendidikan pra-sekolah.

“Sementara untuk meningkatkan inovasi, kami sudah mengundang mahasiswa-mahasiswa dari 16 perguruan tinggi untuk ikut lomba disain mainan anak, yang dipelopori oleh Universitas Diponogoro,” ujar Ketua Asosiasi Peggiat Mainan Edukatif dan Tradisional Indonesia (APMETI) Danang Sasongko kepada Bisnis, Kamis (13/12).

Menurut Danang, saat ini sudah masuk 48 proposal disain mainan anak yang akan diseleksi menjadi beberapa untuk bisa diproduksi massal. Selanjutnya, penetrasi pasar akan dilakukan dengan membanjiri mainan edukatiof dan tradisional ke pasar tradisional dan pusat perbelanjaan modern.

“Dengan membanjirnya produk mainan impor, maka solusinya adalah membanjiri mainan tradisional ke pasar. Kami akan masuk ke sentra-sentra mainan pasar tradisional dan pasar modern. Di setiap maal kami akan buat pojok mainan tradisional,” terangnya.

Tidak hanya itu, lanjut Danang, APMETI juga akan mencoba kerjasama dengan lembaga pendidikan pra-sekolah untuk memperkenalkan mainan-mainan tradisonal yang sifatnya mendidik. Danang menilai potensinya cukup besar jika dihitung dari jumlah lembaga pendidikan pra-sekolah yang mencapai ribuan di Tanah Air.

“Di Jakarta saja ada 1.850 PAUD [pendidikan anak usia dini], belum termasuk SD dan SMP yang terkadang masih memanfaatkan mainan tradisional,” tuturnya.  (if) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top