KRISIS BBM: 10% Kenaikan Harga angkat inflasi 0,6%

JAKARTA—Komite Ekonomi Nasional (KEN) Indonesia memperkirakan setiap kenaikan 10% harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan mempengaruhi inflasi sebesar 0,6%.Aviliani, Sekretaris KEN, mengatakan kenaikan harga BBM bersubsidi memang akan memberikan
Nancy Junita - nonaktif | 10 Desember 2012 22:39 WIB

JAKARTA—Komite Ekonomi Nasional (KEN) Indonesia memperkirakan setiap kenaikan 10% harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan mempengaruhi inflasi sebesar 0,6%.Aviliani, Sekretaris KEN, mengatakan kenaikan harga BBM bersubsidi memang akan memberikan pengaruh terhadap inflasi, tetapi hal itu bukan berarti kenaikan harga BBM bersubsidi tidak diperlukan.“Kalau KEN melihat sebenarnya kenaikan itu sudah harus,” katanya seusai acara Pemaparan Prospek Ekomomi Indonesia 2013, Senin (10/12).Menurutnya, perkiraan yang dibuat KEN merupakan perhitungan untuk 2 tahun ke depan. Apabila berdasarkan perhitungan tersebut, imbuhnya, pemerintah masih memiliki ruang untuk menaikkan harga BBM bersubsidi mencapai 30%.“Kalau [inflasi] 0,6 [terhadap setiap kenaikan harga 10%]berarti [harga BBM bersubsidi] bisa naik sekitar 30%. Itu  berarti [kenaikan inflasi] hampir 2%,” ujarnya.Aviliani mengatakan kenaikan inflasi di Indonesia sampai 2% masih terbilang batas wajar dalam kondisi ekonomi nasional sekarang.“Sebenarnya dalam kondisi ekonomi seperti sekarang itu nggak problem karena dengan [kenaikan inflasi] 2% kan masih ke [tingkat inflasi] 6%. Angka 6% itu tidak masalah. Yang bahaya itu kalau sudah dobel digit,” jelasnya.Menurutnya, apabila tingkat inflasi sudah mencapai angka dua digit, hal tersebut akan mengganggu tingkat permintaan di masyarakat.   “Kalau sudah dobel digit, kecenderungannya itu demandnya akan langsung turun,” pungkasnya. (c26/Bsi)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup