Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KETAHANAN PANGAN: Stok beras 2,94 juta ton, Sumut masih aman

MEDAN: Kondisi Ketahanan pangan di Provinsi Sumatra Utara pada tahun ini masuk dalam  kategori hijau atau aman karena ketersedian beras mencapai 2,94 juta ton atau dapat memenuhi kebutuhan 3 bulan ke depan.   Kepala Badan Ketahanan Pangan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 November 2012  |  11:48 WIB

MEDAN: Kondisi Ketahanan pangan di Provinsi Sumatra Utara pada tahun ini masuk dalam  kategori hijau atau aman karena ketersedian beras mencapai 2,94 juta ton atau dapat memenuhi kebutuhan 3 bulan ke depan.   Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumatera Utara Setyo Purwadi menjelaskan luas panen padi di Sumut pada tahun ini mencapai 656.399 hektare dengan perkiraan produksi beras konsumsi sebesar 1,64 juta ton. “Stok awal beras pada tahun ini diasumsikan sebesar 1,29 juta ton, sehingga ketersedian beras untuk konsumsi Provinsi Sumut sampai September surplus sebesar 1.634.449 ton,” jelas Setyo, kepada Bisnis, Rabu (21/11). Dia menyebutkan selain aman, ketersediaan beras meningkat, terlihat dari peningkatan ratio surplus beras sebesar 0,3 selama September 2012 dibandingkan dengan bulan sebelumnya karena terjadi peningkatan produksi.   “Angka ratio di gunakan untuk menentukan kondisi ketahanan pangan di suatu daerah sesuai dengan standar yang di pakai. Kondisi ketahanan pangan aman dilambangakan dengan warna hijau,” paparnya. Dia menyebutkan rasio ketersediaan beras kategori hijau di atas 1,14, kemudian kuning artinya kurang aman dengan rasio sekitar 0,95-1,14, dan merah artinya rawan pangan dengan rasio kurang dari 0,95. Berdasarkan data Badan Ketahanan Pangan Sumut pada saat ini ratio ketersediaan padi Sumut mencapai 1,26. Angka ini lebih tinggi dari pada rasio pada tahun lalu yang mencapai 1,23, tetapi masih dalam kondisi aman. Lebih lanjut, Setyo mengakui meskipun kondisi ketahanan pangan dalam keadaan aman, tetapi anak bergizi buruk masih terdapat dibeberapa wilayah di Sumut, seperti di Kota Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, Serdang Bedagai, dan Deli Serdang. “Berdasarkan data yang ada, di Sumut pada saat ini terdapat lebih dari 46 balita gizi buruk. Paling banyak ditemui di Kabupaten Simalungun,” tutup Setyo Purwadi. (Bsi)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Tomi Razali

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top