Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PRODUKSI PANGAN: Kemenhut siapkan 700.000 ha untuk lahan baru

MALANG--Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan lahan sedikitnya 700.000 hektare untuk pembukaan lahan baru guna mendukung upaya swasembada beras pada 2014 sekaligus menjaga ketahanan pangan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Oktober 2012  |  20:38 WIB

MALANG--Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan lahan sedikitnya 700.000 hektare untuk pembukaan lahan baru guna mendukung upaya swasembada beras pada 2014 sekaligus menjaga ketahanan pangan.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan 700.000 hektare lahan tersebut tersebar di wilayah Kalimantan dan Papua. Sebagian besar lahan untuk pembukaan lahan pertanian tersebut adalah berupa kawasan hutan.

“Sebanyak 200.000 hektare lahan tersebar di Kalimantan meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. Sedangkan yang 500.000 hektare di wilayah Merauke Papua,” kata Zulkifli Hasan disela Pencanangan On Farm Perum Bulog di Malang, Rabu (31/10/2012).

Pembukaan lahan tersebut, ujar dia, sudah berjalan dalam tahun ini. Terkait masalah lahan tersebut kewenangan selanjutnya berada pada Kementerian Pertanian (Kementan). Artinya, apakah lahan yang disediakan Kemenhut tersebut cocok untuk pertanian apa tidak.

“Dalam hal ini bola sudah kami gulirkan ke Kementan. Apakah lahan tersebut cocok untuk pertanian atau tidak bergantung dari kajian Kementan.”

Sehingga nantinya apakah lahan baru tersebut akan digunakan untuk menanam padi, jagung, atau kedelai, bergantung pada hasil kebijakan yang dilakukan oleh Kementan.

Selain itu, Kemenhut juga telah mencanangkan program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau petani utamanya dengan menyediakan lahan untuk ditanami aneka tanaman produksi seperti jagung atau kedelai.

“Kawasan hutan kami perbolehkan untuk pertanian bagi masyarakat dan jumlahnya berkisar 5%-10%. Jika melebihi dari itu tidak boleh.”(msb/k25)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : JIBI

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top