Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KEHILANGAN PASCAPANEN: Pemerintah bantu petani di Sumsel

PALEMBANG  -- Petani padi di Sumatra Selatan akan mendapat bantuan 20 unit mesin permanen padi atau combine harvester dari pemerintah pusat pada 2013 guna menekan angka kehilangan pascapanen yang masih tinggi di wilayah itu. 
Dimas Priyanto
Dimas Priyanto - Bisnis.com 28 Oktober 2012  |  21:26 WIB

PALEMBANG  -- Petani padi di Sumatra Selatan akan mendapat bantuan 20 unit mesin permanen padi atau combine harvester dari pemerintah pusat pada 2013 guna menekan angka kehilangan pascapanen yang masih tinggi di wilayah itu. 

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Ilfantria mengatakan dengan adanya peralatan tersebut maka susut hasil atau kehilangan pasca panen bisa di bawah 5%. 

"Saat ini masih tergolong tinggi sekitar 15% karena petani padi masih menggunakan teknik konvensional karena cara itulah yang paling murah. Padahal, cara manual itu membuat banyak kehilangan padi,"katanya Jumat (28/10/2012). 

Dia mengemukakan sebetulnya mesin combine harvester sudah dipakai sejak tahun lalu. Hanya penggunanya masih terbatas di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Rawas.Pemerintah kabupaten setempat masing-masing membeli satu alat pemanen padi berteknologi tinggi itu. 

Menurut Ilfantria, harga yang mahal berkisar Rp380 juta per unit, membuat tidak setiap sentra produksi beras di Sumsel dapat memiliki alat pemanen itu. 

"Permohonan Sumsel untuk mendapatkan bantuan mesin pemanen padi itu telah dialokasikan pada APBN 2013. Semula hanya dibantu 10 unit, namun setelah mempertimbangkan potensi lahan yang dimiliki akhirnya ditambah jadi 20 unit," paparnya. 

Penggunaan alat itu sangat membantu pekerjaan petani saat memanen, karena proses penggilingan gabah pada lahan seluas satu hektare hanya memerlukan waktu tiga jam."Penyusutan hasil panen hanya 5%, padahal selama ini bisa mencapai 15%, karena ketika masuk mesin itu beras langsung ditampung dalam karung," jelasnya. 

Selain efesiensi pekerjaan, peralatan itu juga dapat menghemat biaya untuk tenaga kerja. 

"Terkadang saat musim panen sampai didatangkan buruh dari Pulau Jawa karena kekurangan tenaga kerja. Anak-anak yang seharusnya sekolah terpaksa tidak masuk karena harus membantu orang tua mereka, sehingga dengan adanya alat ini diharapkan mengatasi sejumlah permasalahan," ujar dia. 

Sumsel merupakan daerah yang ditargetkan dapat mendongkrak produksi beras nasional, mengingat potensi berupa lahan yang masih luas. 

Namun, keunggulan itu belum diimbangi dengan intensitas pertanaman dan optimalisasi pengelolaan lahannya, sehingga produksi yang dihasilkan masih kalah dengan provinsi lain yang justru memiliki lahan sedikit. 

Produksi beras Sumsel selalu meningkat setiap tahun, berdasarkan angka ramalan I 2012 tercatat 3.587.926 ton. Total produksi beras tahun 2011 sebesar 3.384.670 ton, dan tahun 2010 sebanyak 3.272.451 ton.(msb) 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dinda Wulandari

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top