Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROYEK INFRASTRUKTUR: Indonesia tawarkan investor Eropa

JAKARTA--Pemerintah Indonesia menawarkan proyek infrastruktur pada investor asal Eropa, menyusul tingginya kebutuhan investasi di sektor tersebut dalam beberapa tahun kedepan.
Linda Tangdialla
Linda Tangdialla - Bisnis.com 28 Oktober 2012  |  17:44 WIB

JAKARTA--Pemerintah Indonesia menawarkan proyek infrastruktur pada investor asal Eropa, menyusul tingginya kebutuhan investasi di sektor tersebut dalam beberapa tahun kedepan.

Penawaran proyek infrastruktur itu, dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum dalam Kongres Comitte for Europe Construction Equipment (CECE) di Berlin Jerman pekan kemarin.

Menteri Pekerjaan Umu Djoko Kirmanto mengatakan potensi menarik investpr Eropa sangat besar, karena saat ini Indonesia kondisi investasi infrastruktur Indonesia cukup kondusif  yang kondusif.

Pasalnya, pemerintah telah melakukan beberapa terobosan seperti pengembangan kerangka regulasi dan penyediaan jaminan investasi, yang ditujukan untuk mendukung keterlibatan investor asing di dalam berbagai mega proyek infrastuktur di tanah air.

Menteri PU Djoko Kirmanto menjelaskan masuknya investor Eropa itusangat penting, menyusul saat ini setidaknya diperlukan dana infrastruktur sebesar US$202,5 miliar atau 5% dari Produk Domestik Bruto.

Kebutuhan itu, katanya, untuk mempertahankan target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Nasional 2010 – 2014, dimana 35% dari total investasi tersebutdiharapkan bersumber dari sektor swasta 

"Terutama dengan adanya program MP3EI, kebutuhan investasi akan lebih besar, jadi semakin banyak investor masuk, semakin baik dan tercapai target pembangunan nasional," ujarnya.

Dia mengatakan salah satu proyek yang diharapkan diminati oleh investor Eropa itu yakni tiga mega proyek senilai US$764 juta yang menjadi prioritas dalam proyek PPP. Yaitu proyej pelabuhan, jalan tol, dan pengolahan sampah.

Djoko mengharapkan keikutsertaan Eropa dalam investasi infrastruktur, mencakup investasi dana, material, dan peralatan konstruksi ke wilayah Indonesia.

Dia menambahkan beberapa regulasi yang telah dibentuk pemerintah untuk mendukung keterlibatan investor swasta lokal atau asing itu a.l Peraturan Presiden No.71/2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan KepentinganUmum.

Disamping itu Pemerintah juga telah membentuk PT. Sarana Multi Infrastruktur untuk membiayai sebagian biaya investasi dan menyediakan Indonesia Infrastructure Guarantee Fund sebagai jaminan bagi pemerintah untuk mendukung pelaksanaan proyek infrastruktur.

Dalam waktu dekat, pemerintah juga akan mengeluarkan aturan mengenai pembebasan pajak, sebagai bentuk insemtif investasi infrastruktur. 

CECE adalah jejaring masyarakat Uni Eropa, yang berpusat di Brussels, Belgiadan memiliki kantor asosiasi nasional di berbagai negara, terdiri dari 1.200 perusahaan dari 14 negara Eropa 

Organisasi itersebut mewakili industri peralatan konstruksi Eropa, dan mengkoordinasikan berbagai asosias inasional dan anggotanya dari berbagai Negara, mendorong organisasi-organisasi tersebut untuk menciptakan iklim persaingan yang adil  melalui harmonisasi regulasi dan standar.

Kongres CECE yang dilaksanakan pada Oktober tahun 2012 di Berlin, dihadiri oleh berbagai perwakilan industri peralatan konstruksi Eropa yang bekerjasama dengan berbagai industri konstruksi dunia antara lain Amerika Utara, Jepang dan Korea.(msb)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mia Chitra Dinisari

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top