Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENYERAPAN ANGGARAN: Tahun ini lebih baik dari 2011

JAKARTA--Penyerapan anggaran negara sepanjang 2012 menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, tendensi menumpuknya anggaran di akhir tahun diproyeksi masih akan terjadi.Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Agus
Diena Lestari
Diena Lestari - Bisnis.com 17 Oktober 2012  |  21:33 WIB

JAKARTA--Penyerapan anggaran negara sepanjang 2012 menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, tendensi menumpuknya anggaran di akhir tahun diproyeksi masih akan terjadi.Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Agus Suprijanto mengatakan hingga 5 Oktober 2012, realisasi belanja negara sudah mencapai Rp999,3 triliun atau 64,5% dari pagu APBN-P 2012 Rp1.548,3 triliun."Angka ini lebih tinggi ketimbang 5 Oktober 2011 yang realisasinya hanya 60%," ujar Agus di kantornya, Rabu (17/10).Secara lebih rinci, realisasi belanja pegawai mencapai Rp125,89 triliun atau 59,3% dari pagu Rp212,3 triliun. Sedangkan belanja barang realisasinya sebesar Rp76,3 triliun atau 40,9% dari pagu Rp186,6 triliun."Ini lebih rendah dari 2011 yang persentasinya 45,4%. Karena tahun ini kita tekan dengan melakukan penghematan biaya konsinyering, rapat, dan sebagainya," kata Agus.Sementara realisasi belanja subsidi energi per 5 Oktober 2012 sudah mencapai Rp174,8 triliun atau 86,4% dari pagu Rp202,4 triliun. Realisasi ini lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu, yakni Rp127,4 triliun atau 65,2% dari pagunya.Agus menungkapkan realisasi tersebut lebih baik dibandingkan tahun lalu. Estimasi belanja kementerian/lembaga hingga akhir tahun berada pada kisaran 92,6%."Realisasi belanja K/L di tahun-tahun yang lalu memang tidak terlalu tinggi, paling tinggi 90%. Sekarang kita sudah dorong mereka supaya bisa naik estimasinya 92,6%," ujarnya.Namun, realisasi itu dinilai Agus belum optimal. Pasalnya revisi Peraturan Presiden No.54/2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang baru terbit pada akhir Agustus belum berdampak banyak terhadap penyerapan anggaran K/L."Saya melihat itu masih belum optimal karena efek revisi Perpres 54/2010 belum terlihat tahun ini. Kalau pun kelihatan, tidak terlalu besar. Paling bisa digunakan untuk proyek-proyek yang belum tender. Tapi jarang ada proyek sampai Agustus belum tender, kecuali tambahan APBN-P," ungkap Agus.Selain itu, Agus juga menyoroti tidak disiplinnya K/L dalam menyusun rencana penarikan anggaran sesuai kebutuhan proyek/kegiatan. Padahal hal ini penting agar Kemenkeu dapat menyediakan cash flow dengan baik dan mengontrol penarikan pembiayaan defisit APBN sesuai pola penarikan anggaran."Manajemen kasnya jadi buruk. Kalau semua tertib menyusun kalender kegiatan dan penarikan dana, wah cantik itu, saya bisa tahu pola penarikan dana K/L," tuturnya.Buruknya rencana penarikan anggaran K/L, kata Agus, menyebabkan pola penyerapan yang menumpuk di akhir tahun kembali terulang tahun ini."Polanya cenderung membaik, tapi masih menumpuk di akhir tahun. Itu yang mengkhawatirkan," pungkas Agus.(msb)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ana Noviani

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top