Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TAMBANG EMAS MARTABE: Agincourt Resources Hentikan Kegiatan Sementara

MEDAN: PT Agincourt Resources (Martabe Gold Project) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara menghentikan kegiatan tambang sementara, menunggu adanya kesepakatan dengan masyarakat mengenai pembuangan limbah.  Secara resmi, kegiatan pertambangan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 Oktober 2012  |  15:48 WIB

MEDAN: PT Agincourt Resources (Martabe Gold Project) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara menghentikan kegiatan tambang sementara, menunggu adanya kesepakatan dengan masyarakat mengenai pembuangan limbah.  Secara resmi, kegiatan pertambangan di Batang Toru, Tapanuli Selatan dihentikan untuk sementara sejak 19 September 2012, dengan merumahkan 900 karyawan. Belum diketahui kapan perusahaan ini akan melanjutkan operasinya.    “Perusahaan memilih berhenti sementara dan belum pasti kapan beroperasi lagi karena permasalahan limbah dengan delapan desa,” ujar Zubaidi, Kepala Bidang Pertambangan dan Energi Dinas Pertambangan dan Energi Sumut, Jumat (12/10/2012). Dia menjelaskan masyarakat yang  berada di delapan desa Kecamatan Muara Batang Toru, Tapanuli Selatan menolak air limbah hasil operasi Agincourt Resources dibuang ke hulu Sungai Batang Toru, karena sungai itu menjadi sumber air utama masyarakat.Padahal, ujarnya, pemasangan pipa untuk penyaluran limbah ini sudah hampir rampung, atau sudah 98%, yaitu sepanjang 2,7 kilometer. Kondisi ini, jelasnya, menyebabkan perusahaan yang telah mengeluarkan investasi sekitar US$900 juta bisa hengkang dari Sumut.Dia mengatakan dialog yang dilakukan dengan masyarakat hingga saat ini belum membuahkan hasil. Bahkan, paparnya, Kapolda Sumut juga telah ikut terlibat memediasi masyarakat dengan perusahaan, tetapi tidak berhasil. Dia menyebutkan jika perusahaan berproduksi, maka 5% saham Martabe Gold Project akan dimiliki Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, 40% dimiliki oleh Pemprov Sumut, dan 5% dari keuntungan diberikan kepada masyarakat lingkar luar area pertambangan. Data Dinas Pertambangan dan Energi Sumut, potensi emas di Kecamtan Muara Batang Toru, Tapanuli Selatan mencapai 35 juta ton batuan logam, 2,49 juta ton ounce, emas dan 32,41 juta ton ounce perak, dengan rincian 1 ounce emas setara dengan 31,1 gram.PT Agincourt Resources telah mendapatkan izin usaha pertambangan di kawasan itu sejak 1997, dan total investasi diperkirakan mencapai US$900juta. Perusahaan belum berproduksi karena pembangunan infrastruktur masih 98%.Namun, warga pada delapan desa di Kecamatan Muara Batang Toru menolak air limbah hasil operasi Agincourt Resources dibuang ke hulu sungai Batang Toru, karena sungai itu merupakan sumber air masyarakat.Masyarakat telah mengajukan surat penolakan rencana pembuangan limbah itu kepada perusahaan melalui lembaga Forum Pelestarian Sungai Batang Toru. Penolakan ini mengakibatkan pembangunan pipa penyaluran limbah dihentikan.Surat itu ditandatangani oleh Ketua Forum Pelestarian Sungai Batang Toru Ramli Pardede dan Sekretaris Kimil tertanggal 23 April 2012. Mereka mengatakan sungai Batang Toru selama berabad-abad telah menjadi sumber mata pencarian serta air yang dikonsumsi masyarakat.Mengalirkan limbah melalui sungai dipastikan akan mengurangi kualitas air minum masyarakat, khususnya yang dilalui Sungai Batangtoru, serta merusak lingkungan. (bas)(Foto:arsipberita.com) 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Tomi Razali

Editor : Aang Ananda Suherman

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top