Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERTUMBUHAN EKONOMI: Sektor Non-Tradable Memberi Multiplier Effect Kecil

JAKARTA: Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cenderung bertumpu pada sektor ekonomi non tradable dinilai memberikan multiplier effect [efek berantai] yang kecil bagi masyarakat. 
Nancy Junita - nonaktif
Nancy Junita - nonaktif - Bisnis.com 09 Oktober 2012  |  21:11 WIB

JAKARTA: Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cenderung bertumpu pada sektor ekonomi non tradable dinilai memberikan multiplier effect [efek berantai] yang kecil bagi masyarakat. 

Enny Sri Hartati, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)  mengatakan sektor ekonomi non tradable seperti sektor komunikasi, jasa, dan keuangan tidak dapat menciptakan penyerapan tenaga kerja yang tinggi. 

“Yang tumbuh [sekarang] hanya sektor-sektor non tradable yang tidak bisa menciptakan banyak tenaga kerja, tak banyak menciptakan multiplier effect yang besar,” ungkapnya, Selasa (9/10/2012) 

Menurutnya, pertumbuhan sektor tradable seperti sektor pertanian, pertambangan dan industri masih lambat. “[lambatnya pertumbuhan sektor tradable] karena dipengaruhi kredit perbankan yang terkonsentrasi ke sektor non tradable. IKM [Industri Kecil Menengah] kurang jalan,” ujar Enny. 

Dalam kesempatan berbeda, Bambang Prijambodo, Staf Ahli Ekonomi dan Pembiayaan Pembangunan Bappenas, mengatakan negara berpenduduk besar biasanya memiliki sektor ekonomi tradable yang besar. 

“Saya sepakat bahwa kita butuh waktu yang lama bagi sektor industri beralih ke sektor jasa. Idealnya, [sektor] tradable dulu, kemudian baru berkonversi ke [sektor] non tradable,” ungkapnya dalam temu wartawan di Gedung Bappenas, Selasa (9/10). 

Bambang memperkirakan tingkat pengangguran sampai akhir 2012 sekitar 6,2%. “Pengangguran Februari [2012] 6,3%, jadi kemungkinan besar akan trun lagi menjadi 6,2% di akhir tahun,” katanya.Menurutnya, penurunan itu disebabkan oleh besarnya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian dan tingkat investasi yang tinggi.

Bambang menambahkan lapangan pekerjaan di Indonesia masih didominasi oleh sektor pertanian. Lebih lanjut, dia menambahkan terdapat dua faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran.  (if)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top