Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Importir didesak ikut lindungi PRODUK LOKAL

SURABAYA: Importir didesak ikut melindungi produk dalam negeri dengan mendukung upaya pemerintah melakukan sejumlah pengetatan terhadap produk impor bahan baku, barang modal dan barang jadi.Direktur Impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 31 Mei 2012  |  21:00 WIB

SURABAYA: Importir didesak ikut melindungi produk dalam negeri dengan mendukung upaya pemerintah melakukan sejumlah pengetatan terhadap produk impor bahan baku, barang modal dan barang jadi.Direktur Impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan semangat pemerintah mengatur impor lewat  Permendag No.27/M-DAG/PER/5/2012 tentang Ketentuan Angka Pengenal Importir di Tanah Air adalah untuk mendukung agar lebih banyak produk yang selama ini diimpor, bisa diproduksi di dalam negeri.Bagaimana pun, kata Arlinda, idealnya ekspor suatu negara itu harus lebih besar dari impornya. Tetapi yang terjadi di Indonesia belakangan ini malah sebaliknya produk impor mengalir begitu derasnya sampai membuat industri dalam negeri tidak bisa bersaing."Dalam kondisi seperti itu perlu kebesaran para  importir untuk ikut mendukung semangat nasionalismen terhadap produk dalam negeri," ujar Arlinda saat sosialisasi kebijakan pemerintah di bidang pengaturan impor, Kamis, 31 Mei 2012.Menurutnya pemerintah maupun sejumlah kalangan dari para pelaku industri termasuk para UKM  prihatin melihat perkembangan impor yang terjadi blakangan ini.Selama Januari-Februari 2012 impor Indonesia memang masih didominasi atau 72% bahan baku, 20% barang modal, dan sisanya barang konsumsi.Celakanya impor produk jadi ini cenderung meningkat, sementara impor bahan baku terus menurun. Kenaikan impor konsumsi ini dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai 16,9%."Padahal kalau para pengusaha impor ini mau jeli sebagian besar produk jadi atau konsumsi tersebut sangat memungkinkan untuk diproduksi di dalam negeri," kata Arlinda. (ra)

 

BERITA LAINNYA:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top