Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FREEPORT & Kalimantan Gold mulai gali emas Kalimantan

JAKARTA: PT Kalimantan Surya Kencana (KSK), usaha patungan Freeport-McMoRan Exploration Corp. dan Kalimantan Gold Corp. Ltd mulai menggali tambang emasnya di Kalimantan.
Puput Jumantirawan
Puput Jumantirawan - Bisnis.com 29 Mei 2012  |  08:24 WIB

JAKARTA: PT Kalimantan Surya Kencana (KSK), usaha patungan Freeport-McMoRan Exploration Corp. dan Kalimantan Gold Corp. Ltd mulai menggali tambang emasnya di Kalimantan.

 

Manajemen Kalimantan Gold mengatakan penggalian pertama itu sudah dimulai 23 Mei 2012, di titik Beruang Tengah, proyek KSK, Kalimantan Tengah.

 

“Lubang penggalian berikutnya di Beruang Kanan bulan depan,” kata manajemen Kalimantan Gold kepada investor di Bursa Efek Toronto hari ini, Selasa 29 Mei 2012.

 

Kalimantan Gold, yang juga terdaftar di Bursa Efek London, menguasai proyek emas Jelai di Kalimantan Timur dan proyek KSK di Kalimantan Tengah. Kedua proyek itu masih dalam tahap eksplorasi.

 

Sementara itu, Freeport yang terdaftar di Bursa Efek New York adalah penguasa harta karun emas di bumi Papua.

 

Kongsi keduanya dirilis 13 Desember 2010. Tak lama sesudah itu, Kalimantan Gold melepas 16,12 juta sahamnya dan meraih US$1,27 juta. Dana itulah yang dipakai untuk pengembangan tambang emasnya.

 

Di Indonesia, Kalimantan Gold memiliki tiga anak usaha, yaitu PT Jelai Cahaya Minerals (emas), PT Kalimantan Surya Kencana (tembaga dan emas).

 

Kemudian PT Indobara Pratama (batu bara). Satu anak perusahaan lain tercatat di Hong Kong, yakni Indokal Ltd.  (Bsi)

 

 

MORE ARTICLES:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top