Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UJI KELAYAKAN: Sukhoi Superjet 100 pesawat pengganti

 
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 28 Mei 2012  |  20:02 WIB

 

 

 

JAKARTA: Komisi V DPR mempertanyakan uji kelayakan pesawat Sukhoi Superjet 100  karena yang jatuh di Gunung Salak itu adalah pesawat pengganti, bukan yang terdaftar diawal. 

Anggota Komisi V DPR Teguh Juwarno mengatakan perlu dipertanyakan uji kelayakan pesawat Sukhoi Superjet 100 karena pesawat yang jatuh di Gunung Salak pada 9 Mei 2012 merupakan pesawat pengganti dengan nomor registrasi pesawat 97004, sedangkan perizinan diberikan untuk pesawat 97005. 

"Tampaknya Kementerian Perhubungan menganggap tidak ada masalah dengan dan uji kelayakan. Artinya tidak ada clearance dari Kemenhub, ada yang salah di jajaran Kemenhub, harus dievaluasi," kata Teguh saat rapat kerja antara Komisi V dan Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Senin malam, 28 Mei 2012. 

Teguh yang merupakan mantan anggota Komisi I DPR menambahkan pesawat uji coba ini perlu dipertanyakan kelayakannya untuk membawa penumpang. 

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan izin terbang diberikan kepada pesawat Sukhoi Superjet 100 nomor registrasi 97005. "Soal flight clearance, dikeluarkan untuk pesawat nomor registrasi 97005, namun yang datang 97004," tutur Menhub. 

Menhub mengatakan pesawat Sukhoi Superjet 100 ini sudah mendapat sertifikasi kelayakan dari Rusia sendiri yakni Interstate Aviation Committee Aviation Register (IAC-AR) pada 28 Januari 2011 dan European Aviation Safety Agency (EASA) pada 3 Februari 2012. 

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S. Gumay mengatakan pengajuan izin oleh pabrikan Sukhoi sebulan lalu untuk pesawat nomor registrasi 97005, namun yang datang 97004. "Mereka menjelaskan kepada kami, jenis pesawat ini ada 6, nomor registrasi 97004 dan 97005 dibuat untuk tes penerbangan penumpang, jadi sama saja," kata Herry.Dia menambahkan izin ini dikeluarkan ketika pesawat masih di Rusia, dan belum sampai di Indonesia. (msb)

 

BACA JUGA:

Skandal seks DPR mulai terkuak

Kekhawatiran data China pukul saham pertambangan

Hasil F1 Monaco, Webber juaranya

Rossi masuk Honda gantikan Stoner?

Nilai tukar rupiah, gimana hari ini?

SITE MAP:

 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Berliana Elisabeth S.

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top