Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ENERGI ALTERNATIF: Pemanfaatan bio gas di Jabar rendah

BANDUNG: Pemanfaatan energi alternatif seperti biogas di Jawa Barat masih sangat rendah, terutama di kalangan peternak sapi yang populasinya mencapai 27.200 ekor. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat Jerry Yanuar mengatakan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Mei 2012  |  20:30 WIB

BANDUNG: Pemanfaatan energi alternatif seperti biogas di Jawa Barat masih sangat rendah, terutama di kalangan peternak sapi yang populasinya mencapai 27.200 ekor. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat Jerry Yanuar mengatakan pemanfaatan potensi biogas di Jabar baru 20% dari potensi yang ada yang dipicu mayoritas peternak sapi masih belum merasa butuh akan penggunaan energi alternatif. "Kami akan mengajak instansi seperti Dinas Peternakan agar mendorong para peternak mau memanfaatkan limbah kotoran sapi ini sebagai energi alternatif yang bisa menghemat pengeluaran mereka," kata Jerry kepada Bisnis, hari ini. Menurutnya, pada tahun ini pihaknya menargetkan penambahan pemanfaatan biogas sebanyak 182 unit untuk masyarakat yang menjadi sentra peternakan sapi seperti kawasan Bandung Utara. Dia menjelaskan setiap dua ekor sapi  bisa menghasilkan 50kg kotoran sapid an bisa menghasilkan satu meter kubik gas pengganti jenset. Keberadaan energi alternatif menjadi konsekuensi logis mengingat penduduk Jabar saat ini sudah mencapai 43 juta jiwa. Terlebih pada 2025, diprediksi penduduk Jabar akan menjadi 52 juta jiwa dengan 83% diantaranya akan tinggal di perkotaan. "Itu artinya akan terjadi peningkatan yang tajam di sektor industri dan permukiman sehingga kebutuhan energi alternatif menjadi mendesak," ujarnya. Secara empiris, Jabar memiliki banyak persoalan energi yang harus dihadapi. Untuk itu, energi berbasis regional dan lokal yang ada di setiap wilayah harus dieksplorasi baik oleh Dinas ESDM maupun lembaga lainnya. "Kami sudah memetakan potensi biogas yang ada di setiap daerah, serta potensi alam yang bisa dikembangkan mikro hidro dan panas bumi yang membutuhkan investasi tidak sedikit," ujarnya. Dia menambahkan pihaknya juga berencana memanfaatkan keberadaan septic tank komunal yang menghasilkan tinja manusia dengan gas metan yang tinggi. Pada dasarnya, kotoran sapi dan manusia tidak ada bedanya. Sementara itu, Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia Jawa Barat Dedi Setiadi mengatakan minimnya jumlah petani yang memanfaatkan kotoran sapi sebagai biogas lebih disebabkan terbenturnya dana pengadaan alat untuk pengubah energi kotoran sapi. Menurut dia, untuk membeli satu alat biogas dengan kapasitas 6 meter kubik petani harus merogoh kocek Rp6,5 juta.   Selain itu, peternak tidak memiliki banyak lahan untuk digunakan sebagai penampung kotoran sapi hingga dikonversi menjadi listrik, untuk kemudian dialirkan ke rumah tangga. “Pada prinsipnya, kami mendorong petani untuk membuat biogas agar limbah kotoran sapi tidak menjadi sumber pencemaran lingkungan,” ujarnya. Sebelumnya, Pemkot Bandung melayangkan protes terkait pencemaran limbah kotoran sapi dan sampah di hulu Sungai Cikapundung yang dijadikan sumber air PDAM Kota Bandung. PDAM Tirtawening Kota Bandung hingga saat ini masih terkendala dalam mengelola air baku di lokasi penangkap (intake) Bantar Awi, lantaran sampah dan limbah kotoran sapi yang dihasilkan masyarakat dan peternakan di bagian utara Sungai Cikapundung. Kendala itu terjadi sejak beberapa tahun terakhir dan mengakibatkan menurunnya kualitas air baku yang akan diolah.(api) 

 

 

BACA JUGA:

Skandal seks DPR mulai terkuak

Kekhawatiran data China pukul saham pertambangan

Hasil F1 Monaco, Webber juaranya

Rossi masuk Honda gantikan Stoner?

Nilai tukar rupiah, gimana hari ini?

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Hedi/K6

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top