Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PRODUKSI MINYAK: Pertamina incar tambahan 100.000 barel dari Kazakhstan

JAKARTA : PT Pertamina (Persero) serius menjajaki tambahan produksi minyak dari 3 aset di Kazakhstan sebesar 100.000 barel per hari, seiring dengan berlimpahnya produksi dari negara itu. Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan dari
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 Mei 2012  |  18:34 WIB

JAKARTA : PT Pertamina (Persero) serius menjajaki tambahan produksi minyak dari 3 aset di Kazakhstan sebesar 100.000 barel per hari, seiring dengan berlimpahnya produksi dari negara itu. Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan dari kunjungan balasan pihak Pertamina dan pemerintah baru-baru ini ke negara itu, menunjukkan hasil positif. “Kemarin itu sangat positif, mereka mengetahui betul kebutuhan crude dan BBM di Indonesia. Mereka akan berusaha membantu membuka kerja sama antara Kazmunaigaz [Kazakhstan's National Oil and Gas Company] dengan Pertamina,” ujarnya ketika ditemui di sela-sela acara Konvensi dan Pameran Indonesian Petroleum Association (IPA) ke 36, hari ini.

Karen mengatakan tindaklanjut dari kunjungan balasan ini adalah nanti akan dibentuk satu komite kerja antara Kazmunaigas dengan Pertamina untuk mengkaji aset-aset mana saja yang memungkinkan BUMN ini masuk mengelola aset tersebut.Menurutnya, Pertamina ingin memiliki 3 aset Kazakhstan yang sudah diidentifikasi dan ingin mendapatkan 100.000 bph. Namun terkait asetnya yang akan dipilih yang mana-mana saja, Karen mengatakan bisa mungkin hanya 2 aset, bisa juga 5 aset. “Pokoknya totalnya harus 100.000 barel per hari, karena mereka itu penduduknya hanya 17 juta, kebutuhan nasionalnya hanya 250.000 barel. Sebanyak 1,25 juta barel itu diekspor. Dalam waktu 5 tahun mereka akan memproduksi 2,5 juta barel. Jadi kalau misal Pertamina tidak ke sana, itu keliru, rugi,” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Investasi dan Manajemen Risiko M. Afdal Bahaudin mengatakan konsep kerja samanya belum dibicarakan lebih jauh. Yang jelas, kerja sama ini lebih ke goverment to goverment. Pertamina juga belum menunjuk spesifik aset mana yang diincar. “Belum [ditentukan]. Kami juga bukan mau akuisisi, kami mau partnership. Bisa ngga lewat tender atau tidak, itu belum bicara sampai ke sana. Yang jelas kami maunya 100.000 barel per hari. Tapi kalau dia bisa lebih, ya kenapa ngga?,” ujar Afdal.(mmh)

SITE MAP:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top