Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

REVITALISASI KOPERASI: Pemkab Malang terapkan OVOP

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Mei 2012  |  17:18 WIB

 

 

MALANG: Pemkab Malang melakukan revitalisasi di sektor koperasi, industri kecil dan menengah melalui One Village One Product (OVOP) atau satu desa satu produk.

 
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Abdul Malik, mengatakan OVOP merupakan suatu gerakan revitalisasi daerah untuk mengembangkan produk asli atau produk unggulan daerah agar mampu bersaing ditingkat global.
 
 
“Sehingga dengan pengembangan komoditi unggulan yang ada dapat memajukan koperasi, industri kecil dan menengah (IKM) yang ada di Kabupaten Malang,” kata Abdul Malik di Acara Temu Solusi Perumusan Pengembangan Produk Unggulan Daerah melalui Koperasi di Singosari Kabupaten Malang, Selasa, 22 Mei 2012.
 
 
Menurutnya, Kabupaten Malang kaya akan produk unggulan diantaranya olahan apel yang banyak tersebar di desa maupun keluarahan dan kecamatan di Kabupaten Malang.
 
 
Diharapkan, selain apel, tanaman kentang serta 11 komoditi hortikultura lainnya yang dimiliki Kabupaten Malang bisa dikembangkan lebih lanjut sebagai produk unggulan daerah yang memiliki ciri khas dan dapat meningkatkan nilai tambah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam wadah Koperasi atau UKM.
 
 
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi (rakor) perumusan produk unggulan beberapa waktu lalu dimana outputnya adalah tersusunnya rencana tindak dan solusi pengembangan poduk unggulan olahan apel di Kabupaten Malang.”
 
 
Deputi Bidang Pengembangan UMKM Kementrian Koperasi dan UKM RI, I Wayan Dipta, mengatakan inti dari kegiatan OVOP adalah bagaimana dapat meningkatkan nilai tambah suatu produk namun tetap mengacu pada keunikan lokal.
 
 
“Contohnya seperti apel Malang yang dapat dikembangkan menjadi berbagai panganan olahan seperti jenang apel, kripik apel, cuka apel, sari apel dll,” jelas dia.
 
 
Untuk meningkatkan nilai tambah tersebut, hal lain yang perlu diperhatikan kata dia, adalah sisi pengemasannya dibuat seunik dan semenarik mungkin sehingga pembeli merasa terkesan seperti jamur sintake kering salah satu produk unggulan Jepang yang sudah dikemas menarik harganya berkisar US$ 280/ons.
 
 
Di Jepang, lanjut dia, koperasi sudah sedemikian maju dimana satu koperasi dengan berbagai pengembangan unit usaha pendapatannya bisa mencapai Rp23 triliun. Kondisi ini tidak terlepas dari solidnya pemerintah Jepang dalam membina koperasi.
 
 
“Karena itu kami berharap agar Kabupaten Malang juga solid dalam membina koperasi dimana koperasi dikelola secara bersama untuk kepentingan bersama,” tambahnya.(msb)
 
 

BERITA FINANSIAL PILIHAN REDAKSI:

METRODATA ELECTRONICS Siapkan Right Issue

PASAR SURAT UTANG: Investor Cenderung Wait & See

Danareksa Investment Rilis RDPT Infrastruktur

AKSI ALIBABA: Berniat Beli Sahamnya Dari Yahoo! Senilai US$7 Miliar

HARGA EMAS: Pasar Keuangan Tertekan, Logam Mulia Melonjak

TRANSAKSI AFILIASI: Adi Karya Pinjamkan APR Rp57,1 Miliar

TOPIK AKTUAL PILIHAN REDAKSI:

KASUS NARKOBA: Sabu-Sabu Di Sumut Banyak Berasal Dari Malaysia

TRAGEDI SUKHOI: Wah.. Ada Dugaan Penipuan Jamsostek!

JUSUF KALLA: Memimpin Bisnis Beda Dengan Pemerintahan

DAUD YORDAN Naik Ring Lagi Juli

 

ENGLISH NEWS:

PALM OIL Climbs As Biggest Weekly Drop In 5 Months Lures Buyers

PLN To Spend IDR2.54 Trillion For VILLAGE ELECTRICITY Program

ARC Broadens Relationship With ANGLO AMERICAN In Indonesia

MARKET OPENING: Index Fall 46.79 Point

MARKET MOVING: BCA Eyes IDR4 Trillion Infrastructure Loans

RUPIAH Advances Most In Two Weeks On CHINA Pledge

JANGAN LEWATKAN5 Kanal TERPOPULER Bisnis.Com

 

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mohammad Sofi'i

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top