Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANEKA TAMBANG: Pabrik nikel di Konawe tak direlokasi

 
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Mei 2012  |  18:48 WIB

 

 

JAKARTA : PT Aneka Tambang (Persero) Tbk tidak akan merelokasi rencana pembangunan pabrik pengolahan nikel (smelter) di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara meski saat ini lahannya sedang bermasalah karena dicaplok pihak lain.

 

Direktur Utama Antam Alwinsyah Lubis mengatakan bisa saja pihaknya membangun smelter di Jawa atau di tempat lain. Namun jika dibangun di Konawe Utara, masyarakat di sana bisa ikut menerima manfaat dari keberadaan sumber daya alam di daerahnya.

 

“Itu yang sangat kami sayangkan. Potensi daerah itu harusnya memberi manfaat sebesar-besarnya kepada daerah itu. Kami harapkan kami bisa bangun di daerah itu sehingga ada impact terhadap pengembangan ekonomi di daerah itu,” ujarnya di sela-sela acara Seminar Menyoal Penyaplokan Tambang Negara di Konawe, hari ini, Selasa, 22 Mei 2012.

 

Antam sudah memiliki Kuasa Pertambangan (KP) eksplorasi dan eksploitasi nikel total 14.570 hektar di Konawe Utara sejak 1999. Namun pada 2007, Pjs Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman diketahui memberikan KP eksplorasi kepada PT Duta Inti Perkasa Mineral (bagian dari Harita Group) seluas 800 hektar yang berada di atas wilayah eksploitasi Antam seluas 5.000 hektar. DIPM diketahui milik konglomerat Lim Haryanto Wijaya Sarwono.

 

Menurut Alwin, cadangan nikel dari lahan Antam di sana cukup untuk membangun smelter yang bisa beroperasi hingga 50 tahun. Bahkan, proyek smelter itu sudah masuk dalam MP3EI dan sudah dikomunikasikan dengan Gubernur Sulawesi Tenggara. Pada 2008, Antam dan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam sudah menanam kepala kerbau di lokasi sebagai simbol dimulainya proyek tersebut.

 

“Kami sudah rencanakan bikin pabrik di situ, bangun nickel pig iron dan pabrik stainless steel. Di Indonesia belum ada pabrik stainless steel. Selama ini Indonesia beli di China yang bahan bakunya sebenarnya dari kita juga,” ujarnya.

 

Alwin mengatakan Konawe Utara berpotensi lebih maju dari Kabupaten Kolaka, yang sama-sama berlokasi di Sulawesi Tenggara.

 

“Mestinya Konawe Utara bisa manfaatkan kami untuk mengembangkan daerahnya dan bahkan mereka bisa lebih hebat dari Kolaka. Sebenarnya bisa saja kami bangun smelter di Jawa atau Banten, tapi kan itu tidak memberikan apa-apa ke daerah [penghasil]. Itu intinya,” ujar Alwin.(msb)

 

BERITA FINANSIAL PILIHAN REDAKSI:

METRODATA ELECTRONICS Siapkan Right Issue

PASAR SURAT UTANG: Investor Cenderung Wait & See

Danareksa Investment Rilis RDPT Infrastruktur

AKSI ALIBABA: Berniat Beli Sahamnya Dari Yahoo! Senilai US$7 Miliar

HARGA EMAS: Pasar Keuangan Tertekan, Logam Mulia Melonjak

TRANSAKSI AFILIASI: Adi Karya Pinjamkan APR Rp57,1 Miliar

TOPIK AKTUAL PILIHAN REDAKSI:

KASUS NARKOBA: Sabu-Sabu Di Sumut Banyak Berasal Dari Malaysia

TRAGEDI SUKHOI: Wah.. Ada Dugaan Penipuan Jamsostek!

JUSUF KALLA: Memimpin Bisnis Beda Dengan Pemerintahan

DAUD YORDAN Naik Ring Lagi Juli

 

ENGLISH NEWS:

PALM OIL Climbs As Biggest Weekly Drop In 5 Months Lures Buyers

PLN To Spend IDR2.54 Trillion For VILLAGE ELECTRICITY Program

ARC Broadens Relationship With ANGLO AMERICAN In Indonesia

MARKET OPENING: Index Fall 46.79 Point

MARKET MOVING: BCA Eyes IDR4 Trillion Infrastructure Loans

RUPIAH Advances Most In Two Weeks On CHINA Pledge

JANGAN LEWATKAN5 Kanal TERPOPULER Bisnis.Com

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Vega Aulia Pradipta

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top