Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KESELAMATAN PENERBANGAN: Revitalisasi bandara butuh Rp32 triliun

DENPASAR: Seluruh bandara di Tanah Air akan dirombak dari sisi keselamatan penerbangan seiring dorongan International Civil Aviation Organization dengan mengandalkan anggaran Rp32 triliun khusus untuk infrastruktur bandara yang berasal dari PT Angkasa
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 21 Mei 2012  |  13:46 WIB

DENPASAR: Seluruh bandara di Tanah Air akan dirombak dari sisi keselamatan penerbangan seiring dorongan International Civil Aviation Organization dengan mengandalkan anggaran Rp32 triliun khusus untuk infrastruktur bandara yang berasal dari PT Angkasa Pura dan Kementerian Perhubungan.International Civil Aviation Organization (ICAO), organisasi penerbangan sipil internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merekomendasikan dibentuknya runway safety team (RST) yang beranggotan sejumlah pihak-pihak terkait kebandarudaraan termasuk pemerintah daerah setempat.  Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan bandara-bandara di Indonesia butuh peningkatan infrastruktur keselamatan penerbangan seiring pertumbuhan jumlah penumpang udara sebesar 15,7% per tahun."Karena permintaan penerbangan udara terus meningkat dari tahun ke tahun, menimbulkan masalah kelebihan muatan, yang secara langsung menyebabkan kepadatan pergerakan pesawat di runway (landasan pacu). Hal ini membutuhkan perhatian serius khususnya aspek keselamatan runway," kata Wamenhub di sela-sela acara Asia Pacific Runway Safety Seminar di Denpasar, Senin, 21 Mei 2012.Bambang mengatakan seminar Runway Safety ini didesain untuk keselamatan penerbangan di wilayah Asia Pasifik. Khususnya Indonesia, pasca dilarang terbang ke wilayah udara Uni Eropa, langsung mendapat asistensi dari ICAO untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di Tanah Air."Menurut catatan ICAO, Indonesia sudah memenuhi 96,5% untuk standar keselamatan penerbangan pada 2012, sedangkan pada 2007, masih di bawah 50%," ucap Wamenhub.Dirjen Perhubungan Kemenhub Herry Bakti S. Gumay mengatakan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan khususnya di runway, ICAO akan mempromosikan runway safety team yang memonitor dan asistensi bandara-bandara di Tanah Air."Nantinya semua komponen terkait kebandarudaraan akan terlibat dalam runway safety team, seperti regulator, PT Angkasa Pura I dan II, Air Traffic Control (ATC), ground handling, termasuk pemerintah daerah. Pendekatannya multidisiplin," ucap Herry Bakti.Herry menambahkan aturan untuk keselamatan ada, cuma dilakukan oleh operator bandara. RST ini dibentuk dengan melibatkan multidisiplin. (arh)

 

 
 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top