Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penumpang sudah nunggu 4 jam, CITILINK batalkan penerbangan Surabaya-Jakarta

JAKARTA:  Citilink dengan nomor penerbangan GA 018 tujuan Surabaya-Jakarta batal berangkat dari Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, sehingga membuat 80-an penumpang yang sudah menunggu lebih dari 6 jam terlantar.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Mei 2012  |  01:35 WIB

JAKARTA:  Citilink dengan nomor penerbangan GA 018 tujuan Surabaya-Jakarta batal berangkat dari Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, sehingga membuat 80-an penumpang yang sudah menunggu lebih dari 6 jam terlantar.

 

Menurut seorang calon penumpang, Putri Annisa Kamila, pesawat semula dijadwalkan akan terbang pukul 19.40, Rabu, 16 Mei. Namun karena ada trouble di pesawat, kata Putri, para penumpang harus mengganti pesawat dengan waktu penerbangan 23.10.

 

Setelah itu, meski sudah ditunda hampir 4 jam, ternyata pesawat pengganti tidak juga datang. Pesawat, tutur Putri, baru datang sekitar pukul  00.00.

 

Apesnya, menurut Putri mengutip penjelasan asisten manajer Citilink yang bertugas, di atas pukul 00.00, pihak pengelola Bandara Juanda sudah mematikan runway untuk penerbangan domestik sehingga pesawat tidak bisa terbang.

 

“Kalau mau cancel yah bilang kek dari tadi. Saya sudah datang dari jam enam, udah nunggu lama-lama eh malah gak jadi,” kata mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya itu kepada Bisnis, Kamis dini hari 17 Mei 2012.

 

Para penumpang yang merasa dirugikan kemudian meminta penjelasan tentang nasib mereka kepada petugas Citilink. “Tapi penjelasannya gak memuaskan. Misalnya, para penumpang minta penerbangan besok yang lebih pagi, katanya, harus nunggu dulu konfirmasi dari Jakarta,” tutur Putri.

 

Setelah beradu argumen, menurut dia, akhirnya Citilink bersedia memutuskan memberikan pergantian penerbangan pertama untuk para penumpang itu.

 

Manajemen Citilink belum bisa dihubungi untuk diminta konfirmasi berkaitan dengan kejadian ini. Beberapa hari lalu, Kementerian Perhubungan memastikan Air Operator Certificate (AOC) PT Citilink Indonesia sebagai maskapai berbadan usaha tersendiri dari induknya PT Garuda Indonesia Tbk, akan selesai pada awal Juni 2012.

 

"Kami targetkan AOC Citilink baru selesai pada akhir Mei atau awal Juni 2012," kata  Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Diding Sunardi, Kamis, 10 Mei 2012.

 

Dia menambahkan saat ini proses penerbitan sertifikat operasi terbang atau AOC Citilink sudah memasuki tahap tiga. 

Citilink telah resmi mendapat Surat Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal (SIUAU/NB) atau Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) No.027 tanggal 27 Januari 2012 dari Kementerian Perhubungan.

Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmojo mengatakan Citilink belum bisa berpisah dari Garuda berupa maskapai mandiri. Masih ada syarat yang harus dipenuhi.

"Citilink harus memproses Air Operator Certificate (AOC) ke Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU). Lalu setelah itu mengusulkan rute yang akan diterbangi. Baru setelah itu bisa berpisah dari Garuda," ujar Djoko.

 

 

BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Sutan Eries Adlin

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top