Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROYEK TOL SEMARANG-SOLO seksi II terganjal lagi

SEMARANG: Proyek tol Semarang-Solo seksi II terkendala lagi, menyusul alotnya proses pembebasan lahan milik 68 warga di wilayah Bawen, sementara dana keperluan itu untuk ruas tol Solo-Kertosono belum juga cair.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Mei 2012  |  14:00 WIB

SEMARANG: Proyek tol Semarang-Solo seksi II terkendala lagi, menyusul alotnya proses pembebasan lahan milik 68 warga di wilayah Bawen, sementara dana keperluan itu untuk ruas tol Solo-Kertosono belum juga cair.

 

Kelanjutan proses pembebasan lahan pembangunan ruas tol Semarang-Solo seksi II Ungaran-Bawen sepanjang 11.9 Km tersendat lagi, terutama di wilayah lintasan Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang,  karena 68 pemilik lahan pertanian belum juga menyepakati penawaran harga dari tim TPT Pemprov Jateng.

 

Para pemilik lahan yang terkena proyek tol tersebut meminta lahan milik mereka dihargai wajar sebesar Rp300.000 per m2 dan harga ini yang dinilai realistis.

 

Dalam musyarawah antara warga dengan Tim Pengadaan Tanah (TPT) Pemprov Jateng, berungkali gagal membuahkan hasil kesepakatan harga tanah.

 

Pasalnya, tawaran pertama dari TPT sebesar Rp100.000 per m2 dan naik menjadi Rp150.000 per m2 masih jauh dari yang diharapkan.

 

PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola Tol Semarang-Solo siap memberlakukan sistem konsinyasi (titip ke Pengadilan Negeri) dalam pembebasan lahan proyek tol Semarang-Solo seksi II itu, khususnya di kawasan Lemah Ireng.

 

Komisaris Utama TMJ Danang Atmodjo mengatakan langkah itu dilakukan setelah proses pembebasan lahan milik 68 warga itu mengalami jalan buntu.

“Kami sudah menentukan batasan waktu tertentu. Jika memang pembebasan lahan belum disepakati, maka jalan terakhirnya konsinyasi,” ujarnya hari ini, Selasa 15 Mei 2012.

 

Berdasarkan data Pemkab Semarang dari 68 warga tersebut tercatat 11 orang di antaranya sudah sepakat dengan harga yang ditentukan oleh tim apreasure.

 

Sikap warga itu, diharapkan i bisa diikuti oleh warga lainnya agar proses pembuataan jalan tol tidak terganggu.

 

Bupati Semarang Mundjirin menuturkan selain lahan di wilayah Lemah Ireng,  masih ada kendala yang sama soal lahan di wilayah lain. Namun, pihaknya menyerahkan semuanya kepada tim apreasure yang miliki patokan harga sesuai penilaian yang independen.

 

“Semua harga yang diterapkan adalah harga open dan hasil dari tim apreasure itu adalah harga nyata tidak ada penambahan ataupun pengurangan. Namun bila warga tidak berkenan dengan ketentuan harga bisa saja diselesaikan melalui jalur hukum," tuturnya.

 

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum diketahui mengisyaaratkan pencairan dana pembebasan tanah untuk ruas tol Solo-Kertosono senilai Rp500 miliar, dari alokasi sisa anggaran lebih hingga saat ini belum juga direalisasikan.

 

Pencairan diperkirakan baru akan dilakukan semester II/2012, karena seluruh dana SAL untuk kementerian PU yang dialokasikan sebesar Rp12,29 triliun belum diserahkan dari Kementerian Keuangan.

 

Alokasi tambahan anggaran itu, akan digunakan semula untuk percepatan pembebasan tanah tol sepanjang 180 Km, yang ditargetkan rampung tahun ini.

 

Total anggaran yang dialokasikan PU tahun ini untuk pembebasan tanah ruas tol Solo-Kertosono senilai Rp630 miliar dari dana APBN 2012.

 

Anggaran sebesar itu berasal dari dana sisa anggaran lebih Rp500 miliar dan dana APBN murni Rp130 miliar yang dialokasikan di awal tahun. (Bsi)

 

JANGAN LEWATKAN:

>>> 10 ARTIKEL PILIHAN REDAKSI HARI INI

>>> 5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

>>> 10 ARTIKEL MOST VIEWED BISNIS.COM


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rachmat Sujianto

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top