Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dunia pun belajar kepada Badak NGL, Bontang

Kehadiran ekspatriat di komplek  PT Badak NGL di selatan Kota Bontang, Kalimantan Timur sudah menjadi pemandangan umum. Mereka hadir sejak awal pengembangan kilang penghasil gas alam cair di daerah tersebut pada awal 1970-an.Pagi hari para ekspatriat
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 11 Mei 2012  |  14:22 WIB

Kehadiran ekspatriat di komplek  PT Badak NGL di selatan Kota Bontang, Kalimantan Timur sudah menjadi pemandangan umum. Mereka hadir sejak awal pengembangan kilang penghasil gas alam cair di daerah tersebut pada awal 1970-an.Pagi hari para ekspatriat itu memenuhi kantin untuk sarapan, menyantap menu yang memang disajikan sesuai dengan selera mereka. Kentang goreng, bakar atau rebus, ditambah beragam roti, steak, susu, omlet, telor rebus, telor ceplok, buah-buahan hingga aneka jus tersedia lengkap.Siang hari, saat istirahat, mereka kembali memenuhi kantin dengan pilihan menu yang berbeda dengan pagi hari.Usai bekerja pada sore hari, mereka memenuhi jalan dan pedestrian di kompleks perumahan Bontang NGL untuk berolah raga secara sendirian atau bersama teman atau keluarga. Pilihannya bisa jalan santai, jogging, lari, bermain sepak bola, basket, voli, atau renang.Hingga kini ekspatriat masih hadir di komplek tersebut, hanya bedanya jumlah mereka tidak sebanyak pada era 1970-1980-an, seiring dengan kemampuan bangsa Indonesia yang semakin meningkat dalam mengolah gas menjadi sumber energi yang bernilai tambah tinggi.Yang juga berbeda, para ekspatriat itu tidak lagi melulu kulit putih, tapi lebih berwarna. Ada sawo matang hingga hitam legam. Pasalnya, di komplek kilang seluas 2.010 hektare itu berdiri Pusat Belajar LNG Badak (Badak Learning Center/BLC) dan Operation and Maintenance Services (O&M) dengan klien beberapa perusahaan migas di Tanah Air dan luar negeri.Sebut saja STATOIL Snohvit LNG, BP Berau Ltd, Tangguh LNG, Yemen LNG Co Ltd, TOTAL S. A, PT Pertamina Gas, dan Angola LNG yang menjadi klien Badak NGL. "Kalau dulu bule yang banyak berseliweran, nanti orang hitam [peserta pelatihan gas dari Angola]  yang banyak di sini [kompleks Bontang]," kata  Amri Anwar, Media Relation Officer Badak NGL kepada wartawan yang mengunjungi kilang Bontang baru-baru ini.Melalui BLC, Badak NGL ingin berbagi pengalaman selama lebih dari 30 tahun di dalam bisnis LNG kepada perusahaan migas lain yang membutuhkan program pelatihan operasi dan pemeliharaan kilang bagi para pekerjanya.Yang ditawarkan al. Program Operator Kilang, yakni mendidik operator profesional untuk start up, shut down dan operasi normal kilang LNG. Program Teknisi Maintenance, yakni mendidik teknisi dalam menangani pekerjaan mengoperasikan peralatan berjalan dan tetap (mechanical stationery and rotating equipment), peralatlan elektronik (electrical) dan pengawasan instrumen (instrument control).Selain itu, ditawarkan juga Program Pemadam Kebakaran dan Keadaan Darurat yang akan mengajarkan bagaimana menghadapi kondisi darurat khusus untuk industri hidrokarbon dan LNG.Ada juga Program Teknisi dan Analis Laboratorium Hidrokarbon dan LNG yang akan mendidik peserta agar dapat menganalisa dan mengawasi baku mutu produk dan proses produksi.Dan yang terakhir adalah  Program Kontrol Produksi yang akan membentuk peserta didik menjadi ahli dalam melaksanakan perencanaan produksi, penjadwalan, dan pengapalan.Kaya pengalamanMenurut Amri,  Badak NGL punya pengalaman bejibun di bidang gas. Misalnya, sejak 1977 telah mengapalkan lebih dari 8.000 kargo LNG dan merupakan pengapalan terbesar di antara seluruh kilang LNG dunia.Badak NGL juga merupakan perusahaan migas pertama di dunia yang berhasil mencapai level 8 International Sustainability Rating System (ISRS) dari DNV Norway, disamping jumlah waktu yang hilang karena kecelakaan per satu juta jam kerja (lost time injury frequency/LTIF) mencapi nol.Selain itu, mencatat biaya pemeliharaan dan operasi terbaik dibandingkan dengan 16 perusahaan LNG dunia berdasarkan studi SGS Benchmarking Study 2009,  dan memiliki sarana pelatihan pemadam kebakaran yang dilengkapi dengan fasilitas LNG fire fighting terlengkap di dunia.Prestasi tersebut membawa Bontang NGL yang didirikan pada 26 November 1974 oleh Pertamina (55%), Huffco Inc (30%), dan JILCO (15%) itu ke posisi puncak dalam industri minyak dan gas dunia.Selain memiliki pusat belajar, Badak NGL juga menawarkan jasa operasi dan pemeliharaan kilang LNG. Perusahaan tersebut  mempunyai tenaga kerja dengan kualifikasi, pengalaman, dan kompetensi yang tinggi.Para ahli dari Badak NGL mampu melakukan commissioning dan start up untuk kilang STATOIL Snohvit LNG, BP Berau Ltd, Tangguh LNG, dan Yemen LNG Co Ltd.  Dalam waktu dekat Papua Nugini akan menyusul.Tidak puas dengan BLC dan M&O, perusahaan yang kini 10% sahamnya dimiliki oleh Total E&P Indonesie itu melebarkan layanan pendidikan dengan mendirikan LNG Academy.Lembaga pendidikan yang didirikan bekerja sama dengan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) itu merupakan yang pertama di Indonesia dan dunia.  Kuliah dimulai pada September 2011 dan secara resmi dikukuhkan pada 12 Desember 2011."Ini adalah salah satu bukti komitmen kami turut membangun bangsa," kata Amri menutup penjelasan mengenai Badak NGL. ([email protected])

 

 

+ JANGAN LEWATKAN:

10 ARTIKEL PILIHAN Hari Ini

5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Fauzi Ichsan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top