Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LAPANGAN MIGAS: Petronas percepat produksi migas

 
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Mei 2012  |  20:44 WIB

 

 

 

JAKARTA : Petronas berkomitmen akan mempercepat produksi dari dua lapangan migas miliknya di Indonesia, dari target sebelumnya 2015 menjadi sekitar Juni 2014.

 

Kedua lapangan itu adalah Lapangan Kepodang, Blok Muriah di Laut Utara Jawa Tengah dan Lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang di Laut Utara Pulau Madura, Jawa Timur.

 

Lapangan Kepodang akan menghasilkan 116 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), sementara Lapangan Bukit Tua akan menghasilkan 50 MMSCFD dan 20.000 barel minyak per hari.

 

Komitmen itu disampaikan oleh President & CEO Petronas Dato' Shamsul Azhar Abbas usai menemui Menteri ESDM Jero Wacik, didampingi Dirjen Migas Evita Herawati Legowo dan Kepala BP Migas R. Priyono.

 

“Rencananya kedua lapangan itu akan menghasilkan migas menurut jadwal semula pada April 2015. Saya minta jangan 2015, kelamaan. Terus beliau [CEO Petronas] hitung-hitung, ternyata bisa menghasilkan schedule baru, maju dari April 2015 ke Oktober atau kalau lancar semua bisa Juni 2014,” ujar Jero Wacik di kantornya, hari ini, Rabu, 9 Mei 2012. 

Priyono mengatakan untuk Lapangan Kepodang, revisi rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD) sudah disetujui Menteri ESDM. Revisi PoD mengamandemen sejumlah hal, mulai dari perubahan skema pengembangan lapangan dari hulu ke hilir, perubahan harga gas di well head, percepatan jadwal produksi, hingga pergantian masa waktu yang hilang untuk Petronas selama 3 tahun.

 

“Harganya jadi US$4,61 per MMBTU dengan ekskalasi 6%—8% per tahun,” ujar Priyono.

 

Produksi gasnya sebesar 116 MMSCFD sepenuhnya akan dipasok untuk pembangkit Tambak Lorok. Secara terpisah, Kepala Divisi BBM dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki mengatakan pasokan itu setara dengan pemakaian BBM sebanyak 250 kiloliter per hari. Harga sampai di PLN-nya diperkirakan bisa mencapai US$5,3—US$5,5 per MMBTU.

 

Sementara itu terkait pembangunan pipanya dari Kepodang-Tambak Lorok, akan dikerjakan oleh PT Bakrie & Brothers Tbk selaku pemenang konsesi ruas pipa tersebut, yang merupakan bagian pembangunan ruas pipa Kalija (Kalimantan-Jawa) Tahap I.

 

Secara terpisah, President Director & CEO PT Bakrie & Brothers Tbk Bobby Gafur Umar mengatakan pihaknya sudah mengirimkan surat ke Menteri ESDM yang berisi pernyataan kesanggupan untuk mempercepat pembangunan, pengerjaan, dan pemasangan pipa ruas Kepodang-Tambak Lorok.

 

“Bakrie tetap komit bahwa ruas pipa sepanjang 207 kilometer ini bisa jadi pada kuartal IV 2014,” ujar Bobby, hari ini.

 

Sementara itu, untuk produksi Lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang akan dipasok untuk BUMD Jatim, yakni PT Petrogas Jatim Utama. Sebelumnya pada 13 April lalu, Petronas dan PT Petrogas Jatim Utama diketahui telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) Lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang seharga US$5,5 per MMBTU dengan ekskalasi 3% per tahun. Gasnya nanti akan dipasok oleh Petrogas ke PJB (Pembangkit Jawa Bali) di Gresik. (msb)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Vega Aulia Pradipta

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top