Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

TOL CISUMDAWU: Perubahan desain picu masalah baru

BANDUNG: Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan [Cisumdawu] mendapat masalah baru setelah mengalami perubahan desain signifikan pada interchange tol di sejumlah titik.Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawar Barat Denny Juanda Puradimadja mengatakan

BANDUNG: Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan [Cisumdawu] mendapat masalah baru setelah mengalami perubahan desain signifikan pada interchange tol di sejumlah titik.Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawar Barat Denny Juanda Puradimadja mengatakan pembangunan tol Cisumdawu yang melintas di 3 kabupaten [Bandung, Sumedang, dan Majalengka] tak hanya menyisakan persoalan pembebasan tanah. “Desain [simpang susun] juga ada persoalan,” katanya.Desain yang bermasalah ini antara lain ada pada titik pertemuan Bandung Intra Urban Toll Road [BIUTR] dengan Cileunyi. BIUTR rencananya akan dibangun sepanjang 27,257 KM dari Pasteur hingga Cileunyi dan Ujungberung sampai Gedebage. Denny juga menuturkan desain yang bermasalah adalah pertemuan antara Cileunyi dan pintu masuk Cisumdawu.“Yang jadi masalah juga adalah letak exit tol menuju Bandara Kertajati. Itu kan harus jalan tol,” katanya.Dibuatnya titik keluar di Kertajati ini menurutnya mengubah nama Cisumdawu menjadi Cisumjati [Cileunyi, Sumedang, Kertajati]. “Perubahan nama itu juga merubah desain,” kata Denny hari ini.Meski pemerintah provinsi tak terlibat dalam pendanaan proyek tersebut, menurut Denny perubahan desain harus diselesaikan. “Pembebasan lahan juga diselesaikan. Pusat sendiri lagi bersemangat menggarap [tol] tersebut,” katanya.Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak membenarkan Cisumdawu mengalami perubahan desain. Berbeda dengan Denny, Hermanto menuturkan jika desain Cisumdawu direncanakan akan terkoneksi dengan jalur lain.“Intinya Cisumdawu akan dihubungkan dengan jalan pantai utara,” katanya di Bandung, hari ini.Menurut Hermanto, pembangunan Cisumdawu Seksi II  dari Cileunyi-Sumedang saat ini tengah berjalan. “Arah timur dari Jatinangor jalannya sudah dibangun dan mau dibikin terowongan di situ,” katanya.Lahan bekas permukiman dan pertanian penduduk yang sudah dibebaskan untuk Tol Cisumdawu antara Desa Pasigaran, Kec. Tanjungsari hingga Desa Citali, Kec. Pamulihan, Kab. Sumedang, kini sudah mulai membentuk alur jalan. (k57/arh) 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : News Editor
Sumber : JIBI

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper