INACRAFT 2012: Ekspor kerajinan ditarget US$1,5 miliar

JAKARTA:Pemerintah menargetkan ekspor produk kerajinan Indonesia bisa mencapai angka penjualan sebesar US$1,5 miliar pada tahun 2015, dengan secara optimal mendorong berkembangnya pasar industri kreatif tersebut.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan
Martin-nonaktif | 25 April 2012 13:03 WIB

JAKARTA:Pemerintah menargetkan ekspor produk kerajinan Indonesia bisa mencapai angka penjualan sebesar US$1,5 miliar pada tahun 2015, dengan secara optimal mendorong berkembangnya pasar industri kreatif tersebut.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan jika ekspor produk kerajinan pada tahun 2011 telah mencapai US$800 juta, maka akan berpotensi besar untuk bisa mengejar nilai ekspor jenis produk tersebut  sebesar US$1,5 miliar pada tahun 2015.“Kita ingin  menuju 2015  [ekspor produk kerajinan] sudah menembus US$1,5 miliar,” kata Presiden Yudhoyono saat membuka Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2012 di Balai SidangJakarta Convention Center Rabu, 25 April 2012.Untuk  mencapai peningkatan ekspor produk kerajinan tersebut, SBY mengingatkan  pihak terkait untuk  menyoroti 10 hal yang diharapkan jika makin dibenahi akan  mendorong pertumbuhan penjualan produkkerajinan Indonesia.Mengingat besarnya potensi pasar kerajinan tersebut, Presiden Yudhoyono mengharapkan agar semua pihak tidak tanggung-tangung dan tidak ragu untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditargetkan tersebut.“Saya ingatkan ada 10 hal, apa saja yang [kita] lakukan untuk memajukan industri kreatif, industri handicraft,” kata SBY.Pertama, untuk terus meningkatkan bisnis produk kerajinan sehingga bisa mendorong peningkatan bagi  perekonomian di dalam negeri.Kedua, meningkatkan kualitas produk agar semakin baik. Ketiga, memberikan akses permodalan yang mudah.Keempat, mengelola manajemen usaha dengan baik. Kelima, promosi dan pemasaran harus dilaksanakan efektif. Keenam,  mengupayakan agar penjualan menjadi sukses. Ketujuh, tidak mengabaikan branding, paten, dan hak kekayaan intelektual.“Ingat negara lain [juga] meningkatkan kualitas produk. Terus tingkatkan kualitas dengan teknologi yang tepat, pelatihan, [dan melakukan studi]  banding [dengan] produk dari negara lain,” kata SBY.Kedelapan, membuat produk kerajinan  yang ramah lingkungan. Kesembilan, adanya bimbingan dan pembinaan dari pemerintah daerah.Kesepuluh,  adanya kebijakan dan regulasi yang tepat dengan demikian bisnis produk kerajinan bisa berkembang dengan baik. (Bsi)

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top