INDUSTRI KREATIF: Ekspor hasil unit usaha DKI diprediksi melonjak

JAKARTA: Kalangan dunia usaha optimistis ekspor produk hasil unit usaha di Jakarta dapat meningkat jauh lebih tinggi dari realisasi Februari 2012 sebesar US$989,15 juta melalui penguatan industri kreatif dengan dukung sepenuhnya dari Pemprov DKI.Ketua
Sekretariat Redaksi | 15 April 2012 17:33 WIB

JAKARTA: Kalangan dunia usaha optimistis ekspor produk hasil unit usaha di Jakarta dapat meningkat jauh lebih tinggi dari realisasi Februari 2012 sebesar US$989,15 juta melalui penguatan industri kreatif dengan dukung sepenuhnya dari Pemprov DKI.Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia DKI Jakarta Soeprayitno mengatakan dukungan pemprov sangat penting mengingat penaikan nilai ekspor produk hasil unit usaha di Ibu Kota memiliki daya dorong kuat bagi laju pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerjanya.“Kami optimistis ekspor produk hasil unit usaha dapat ditingkatkan melalui penguatan industri kreatif serta peningkatan dukung pemerintah dan mengoptimalkan penyerapan penanaman modal asing ke Ibu Kota,” katanya di Jakarta hari ini.Menurutnya, penaikan tipis hanya 0,41% nilai ekspor produk hasil unit usaha di Jakarta yang diumumkan Badan Pusat Statistik DKI mencapai US$989,15 juta pada Feberuari 2012 yang lebih tinggi dari realisasi bulan sebelumnya US$985,13 juta agar mendapat perhatian yang lebih serius.Pemprov dan kalangan dunia usaha, lanjutnya, perlu mengembangkan industri kreatif yang sejalan dengan pengembangan Jakarta sebagai kota jasa dan perdagangan bertaraf internasional yang diikuti dengan pemindahan industri manufaktur ke daerah lain di luar wilayah Ibu Kota.“Untuk itu dalam upaya mendorong pertumbuhan ekspor, tidak harus dibedakan antara ekspor produk hasil usaha di Jakarta dan ekspor produk melalui Jakarta. Apalagi banyak industri yang aktifigas produksinya di Jawa Barat atau Banten, tetapi kantor pusatnya tetap di Jakarta,” ujarnya.Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik DKI Nyoto Widodo mengatakan ekspor produk yang dihasilkan oleh unit usaha yang berdomisili di wilayah Jakarta mempunyai pengaruh yang cukup besar dan langsung terhadap perekonomian di Jakarta.“Ekspor produk hasil unit usaha di Jakarta yang mencapai US$989,15 juta pada Februari 2012 itu juga dilaksanakan melalui pelabuhan lain seperti di Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur,” katanyaWidodo menjelaskan rangkaian proses produksi maupun jalur distribusi mulai dari penanganan bahan baku untuk diproses hingga menjadi komoditas siap ekspor, seluruh kegiatan tersebut akan menciptakan lapangan kerja dan sekaligus menghasilkan pendapatan bagi Jakarta.Adapun pasar utama ekspor produk hasil unit usaha di Jakarta pada Februari 2012, lanjutnya, untuk kawasan Asean adalah Thailand mencapai US$93,89 juta, disusul China dari kawasan Asia sebesar US$56,39 juta, serta Amerika Serikat US$112,96 juta, dan Australia US$74,99 juta.Sementara itu Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta Yukki N. Hanafi mengatakan kinerja ekspor nonmigas tersebut seharusnya bisa lebih baik lagi mengingat tingkat pertumbuhan ekonomi nasional dan Ibu Kota yang semakin positif dan kinerja industri yang lebih baik.“Jika melihat target pertumbuhan ekonomi dan kinerja industri yang semakin baik, seharusnya penaikan nilai ekspor nonmigas melalui DKI sebesar 2,38%, termasuk produk lokal Jakarta 0,41% bisa lebih tinggi dan ke depan tidak boleh turun lagi,” katanya.Dia menjelaskan jika mengacu pada target pertumbuhan ekonomi nasional dan Jakarta yang positif, serta kinerja industri yang semakin baik, termasuk telah beroperasinya sejumlah pabrik baru di Tangerang dan Cikarang, maka kenaikan nilai ekspor tersebut bisa mencapai 5%-10%. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top