PRODUK PERIKANAN OLAHAN: Penjualan masih rendah

 
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 13 April 2012  |  17:53 WIB

 

JAKARTA: Penjualan produk perikanan olahan masih sangat rendah, kurang dari 15% dari total produksi perikanan di Indonesia yang mencapai 12,39 juta ton pada tahun lalu termasuk rumput laut.

 

Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Saut Hutagalung mengatakan pihaknya akan mendorong produksi ikan olahan.

 

Pasar perikanan di kota besar, katanya, sangat potensial mengingat rutinitas dan kesibukan penduduk di perkotaan yang lebih tinggi, sehingga produk perikanan olahan menjadi pilihan.

 

"Solusi [ikan olahan] bagi keluarga sibuk, pangsa pasar olahan naik tajam. Saat ini banyak [perikanan] olahan yang siap konsumsi. Target pasar olahan kita masih 15% dari total produksi kita, kita akan dorong itu misalkan ikan patin selama ini dipasarkan hidup, maka kita dorong bentuk fillet patin," ujarnya saat acara Pekan Petani dan Nelayan 2012 dan Peluncuran CQL, Jumat 13 April 2012.

 

Dia menjelaskan untuk membantu industri pengolahan ikan, pihaknya akan membawa produk perikanan olahan untuk masuk ke pasar moderen dan hypermarket.

 

Hal lain yang akan dilakukan, katanya, dengan menyiapkan program branding dengan membantu usaha kecil menengah agar dapat memperbaiki cara berproduksi perikanan olahan yang memenuhi standard yang baik, yaitu tidak hanya sisi mutu, tetapi juga aman dikonsumsi.

 

"Jadi cara berproduksinya tidak menggunakan cara yang berbahaya."

 

Menurutnya, kemasan ikan olahan harus lebih baik, sehingga dapat masuk ke dalam pasar ritel moderen. Saat ini, konsumsi perikanan masih tinggi dalam bentuk ikan segar yang hidup, sedangkan konsumsi ikan beku belum menjadi kebiasaan.

 

Saut memaparkan salah satu strategi untuk mendorong akselerasi industrialisasi perikanan yaitu melalui pengembangan komoditas dan produk berbasis pasar serta memperluas akses pasar global dan domestik.

 

Untuk itu, KKP, katanya, mengembangkan dan memperkuat kerja sama dengan industri ritel moderen seperti Carrefour yang diminta untuk memfasilitasi pemasaran produk perikanan yang dihasilkan UKM.

 

Dia menuturkan sebagian besar produk ikan olahan yang dijual di pasar ritel moderen sebagian besar berasal dari impor.

 

Menurutnya, pada tahun lalu bandeng tanpa duri yang diproduksi Akademi Perikanan Sidoarjo dan Indonesia Dimsum yang diproduksi UD Familiy Food Gresik masuk ke seluruh jaringan outlet Carrefour.

 

Saut menuturkan dalam waktu yang tidak lama lagi, akan diikuti oleh produk olahan ikan lainnya seperti abon ikan patin Jambi, abon ikan haruan Banjarmasin, snack ikan petek Jawa Barat, sosis ikan Bali, dan snack jagung ikan Gorontalo.

 

Menurutnya, pada tahun lalu melalui program Carrefour Quality Line, produk udang yang diproduksi PT Tirta Lampung berhasil memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan.

 

"Dengan demikian produk tersebut dapat menembus pasar ekspor melalui jaringan outlet Carrefour yang tersebar di berbagai negara. Diharapkan produk perikanan lainnya segera dapat memperoleh sertifikat CQL tersebut."

 

Dia mengharapka pada tahun ini produk-produk perikanan lainnya dapat masuk ke seluruh gerai Carrefour Indonesia. (ea)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top