GARUDA & SUSI AIR jalin interkoneksi penerbangan

 
nonaktive - Arif Gunawan Sulistyono | 12 April 2012 21:39 WIB

 

JAKARTA: Maskapai Garuda Indonesia dan Susi Air menandatangani kerja sama untuk menghubungkan penerbangan keduanya, yang  ditargetkan memberikan pendapatan Rp30 miliar per bulan.
 
Penandatanganan tersebut dilaksanakan oleh Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia M. Arif Wibowo dan Presiden Direktur Susi Air, Susi Pudjiastuti di Garuda Indonesia Gallery, Senayan City, Jakarta, Kamis, 12 April 2012.
 
Arief Wibowo mengatakan melalui kerjasama ini, Susi Air akan menggunakan jasa Garuda Indonesia bagi para pengguna jasanya yang akan melakukan penerbangan ke berbagai rute penerbangan di Indonesia yang tersambung atau connect dengan rute penerbangan Susi Air.
 
"Untuk mendukung hal tersebut, imbuhnya,  Garuda Indonesia akan menfasilitasi Susi Air dengan layanan penjualan tiket Garuda Indonesia secara elektronik melalui Garuda Online Sales (GOS)," kata Arif.
 
Selain itu, tutur Arif, kerjasama ini juga meliputi bidang Sumber Daya Manusia dan bidang perasional lainnya. Dengan demikian, selain dapat memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan, kerjasama tersebut juga merupakan salah satu upaya Garuda Indonesia dalam mendukung program pemerintah untuk mempercepat dalam penyediaan transportasi yang terintegrasi. 
 
“Melalui kerjasama ini kedua perusahaan tentunya akan dapat saling melengkapi dalam meningkatkan network atau jaringan penerbangan kedua perusahaan dan meningkatkan connectivity sehingga semakin memudahkan pengguna jasa dalam melakukan perjalanan udara. Upaya ini juga dimaksudkan untuk semakin mengembangkan industri penerbangan nasional, serta meningkatkan kegiatan perekonomian dan kepariwisataan Indonesia,” tambah Arif.
 
Arif menjelaskan ditargetkan melalui kerjasama ini, Garuda memperoleh pendapatan Rp30 miliar per bulan. Pendapatan itu dari penumpang Susi Air setiap harinya, dimana satu penumpang membayar tiket penerbangan rata-rata Rp500.000-Rp1 juta. "Kami menargetkan 1.000 penumpang per bulan," ujarnya.
 
Presiden Direktur Susi Air Susi Pudjiastuti bangga dapat bekerjasama dengan Garuda Indonesia. “Sebagai maskapai nasional, Garuda Indonesia memiliki jaringan yang luas tidak hanya di rute domestik tetapi juga di rute internasional. Dengan kerjasama ini tentunya kami akan dapat meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa sehingga mereka akan memiliki lebih banyak pilihan rute penerbangan,” kata Susi.
 
Susi Air merupakan maskapai penerbangan Indonesia yang dioperasikan oleh PT ASI Pudjiastuti Aviation dengan penerbangan berjadwal dan charter. Berkantor-pusat di Pangandaran, Jawa Barat, Susi Air beroperasi di beberapa kota utama di Indonesia antara lain di Medan, Padang, Jakarta, Kupang, Balikpapan, Ternate, Biak, Timika dan Jayapura.
 
Jumlah penumpang Susi Air per bulan mencapai 35.000-40.000 orang dengan frekuensi 180-210 penerbangan per hari.
 
VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto mengatakan seiring dengan program transformasi yang tengah dilaksanakan, pada  Februari 2012, Garuda Indonesia melaksanakan penandatangan pengadaan 18 pesawat jenis CRJ 1000 NextGen dengan Bombardier Aerospace. 
 
Dari 18 pesawat Bombardier seri CRJ1000 NextGen tersebut, lima diantaranya akan diterima Garuda Indonesia pada 2012, mulai bulan Oktober hingga Desember. 
 
Selain itu, sejalan dengan program pengembangan jaringan, pada tahun ini Garuda Indonesia akan membuka beberapa rute internasional seperti Denpasar –Haneda pada April 2012 dan Jakarta –Taipei pada  Mei 2012.  (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top